Pada masa remaja terjadi proses tumbuh kembang yang pesat sehingga membutuhkan asupan gizi yang seimbang. Namun, masih banyak remaja yang mengalami masalah gizi khususnya kasus gemuk dan obesitas yang cenderung meningkat. Kondisi tersebut mencerminkan perlunya upaya untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang guna menekan angka kejadian masalah gizi…
Status gizi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan, khususnya pada remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan data SKI 2023, status gizi remaja usia 13–15 tahun di DKI Jakarta menurut IMT/U menunjukkan 1,3% sangat kurus, 6,8% kurus, 16,5% overweight, dan 6,8% obesitas. Pengetahuan gizi yang rendah merupakan salah satu faktor risiko timbulnya masala…
Latar Belakang: Berdasarkan Riskesdas 2018, remaja usia 13–15 tahun masih mengalami masalah gizi dengan prevalensi kurus 6,8%, gemuk 10,8%, dan obesitas 9,2%. Selain itu, SKMI 2023 menunjukkan 98,4% remaja usia 13–18 tahun belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur. Rendahnya pengetahuan gizi dapat memengaruhi sikap dan pemilihan makanan sehingga diperlukan upaya edukasi menggunaka…
Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk konsumsi minuman berpemanis berlebih, sehingga pemerintah mengeluarkan regulasi pemberian logo “Pilihan Lebih Sehat” pada beberapa produk, termasuk minuman kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap logo “Pilihan Lebih Sehat” dengan pemil…
Masalah gizi pada anak usia sekolah di Indonesia masih tergolong tinggi, salah satunya dipicu oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran mengenai gizi seimbang. Edukasi menggunakan pedoman "Isi Piringku" merupakan salah satu langkah intervensi strategis untuk memperbaiki pemahaman dan sikap anak sejak dini di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan …
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi remaja dengan status gizi kurus dan sangat kurus di Jawa Barat sebesar 8,4% pada usia 13–15 tahun dan 8,2% pada usia 16–18 tahun, sedangkan prevalensi berat badan lebih dan obesitas mencapai 17% pada usia 13–15 tahun dan 13,1% pada usia 16–18 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan gizi seimbang pada remaja…
Hepatitis secara global menurut WHO merupakan penyebab kematian menular kedua di dunia, sedangkan berdasarkan Riskesdas Jawa Barat tahun 2018 prevanlensi hepatitis pada kelompok usia 5-14 tahun di Kota Bekasi sebesar 0,5%. Hepatitis A merupakan penyakit menular yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta konsumsi makanan atau jajanan yang tidak higenis. Tujuan penelitian ini un…
Anemia gizi yang disebabkan karena defisiensi zat besi (fe) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang harus cepat ditangani dengan serius terutama pada remaja. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh konsumsi pangan yang mengandung zat penghambat penyerapan zat besi. Kurangnya pengetahuan mengenai zat gizi dan efek dari konsumsi makanan tertentu dapat membentuk sikap dan tindakan yang tidak te…
Makanan berpotensi menjadi penyebab keracunan dan media penularan foodborne disease yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun Indonesia. Praktik higiene dan sanitasi yang buruk dalam pengolahan makanan merupakan penyebab utama terjadinya kontaminasi pangan, kontaminasi silang, dan keracunan makanan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan pengetahu…
Masalah gizi pada anak usia sekolah masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada anak usia 5-12 tahun di Provinsi DKI Jakarta masingmasing sebesar 14,6% dan 12,7%. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai gizi seimbang adalah melalui edukasi pedoman Isi Piringku. Penelitian in…
World Health Organization ( WHO ) mengategorikan obesitas sebagai bagian dari beban ganda malnutrisi pada anak yang kerap dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi camilan rendah zat gizi di sekolah. Lemahnya pengawasan orang tua, pengaruh sosial, serta minimnya pemahaman anak membuat mereka cenderung memilih jajanan hanya berdasarkan selera tanpa memedulikan aspek kesehatan dan kebersihan. Penelitian …
Tingginya angka konsumsi ikan, khususnya pada kalangan masyarakat yang berasal dari Indonesia bagian timur, perlu diimbangi dengan kemampuan memilih ikan segar yang layak konsumsi guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terkait pemilihan ikan…
Latar Belakang: Prevalensi anemia pada remaja putri di DKI Jakarta mencapai 18% (SKI, 2023). Hasil observasi awal dan data skrining di SMAN 10 Jakarta menunjukkan adanya indikasi serupa, di mana rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) serta pola makan yang tidak seimbang menjadi masalah dominan di sekolah tersebut. Upaya edukasi anemia memerlukan penguatan melalui pengembangan me…
Hepatitis B merupakan penyakit infeksi kronis yang menyerang hati dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti sirosis dan kanker hati. Perilaku makan yang baik sangat penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku makan pasien hepatitis B melalui pengamatan sisa makanan sebelum dan sesudah diberikan intervensi stiker m…
Latar Belakang: Hepatitis B merupakan salah satu penyakit infeksi serius yang rnmenyerang hati dan memiliki risiko tinggi penularan dari ibu ke bayi selama rnkehamilan atau persalinan. Tingkat kesadaran dan pengetahuan ibu hamil tentang rnhepatitis B masih tergolong rendah, sehingga diperlukan media edukasi yang efektif rnuntuk meningkatkan pengetahuan tersebut. rnTujuan: Penelitian ini bertuju…
Gambaran Pengetahuan dan Sikap tentang Hepatitis B pada Masyarakat RW 05 Amarapura Kelurahan Kademangan Kota Tangerang Selatan tahun 2025rnrnOleh:rnAlya Nur AfrinarnP2.48.40.1.22.006rnrnPendahuluan: Hepatitis B yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV) merupakan masalah kesehatan global. Penularan hepatitis B dapat menyebar dari ibu ke anak, tranfusi darah, jarum suntik, pisau cukur.…
Pendahuluan: Hepatitis A merupakan penyakit menular yang sering terjadi dalam bentuk Kejadian Luar Biasa (KLB), terutama pada lingkungan sekolah. Pengetahuan dan sikap masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit Hepatitis A.rnTujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian video animasi terhadap pengetahuan dan sikap siswa di SMAN 3 Cibinong mengenai Hepatitis A.rnMetode: Penel…
Pendahuluan : Sirup obat merupakan zat yang umum digunakan bagi pengobatan untuk anak-anak. Kasus cemaran Etilen Glikol dan Dietilen Glikol ini telah meningkatkan angka mortalitas. Dengan penggunaan sirup obat demam yang masih banyak digunakan, pengetahuan dan perilaku swamedikasi obat penting dilakukan untuk melindungi kesehatan anak.rnTujuan : Mengetahui tingkat pengetahuan ibu dan perilaku …
Pendahuluan: Hepatitis B merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengetahuan mahasiswa mengenai aspek infeksi, penularan, dan vaksinasi Hepatitis B penting untuk mendukung pencegahan dan pengendalian penyakit.rnTujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sosiodemografi mahasiswa, pengetahuan Infeksi virus hepatitis B, pengetahuan tent…
Pendahuluan: Sebanyak 35,2% dari 294.959 rumah tangga di Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi. Masih banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang mengenai BUD Obat, maka masyarakat perlu diinformasikan mengenai hal tersebut. Penginformasian kepada masyarakat merupakan tanggungjawab tenaga kesehatan di bidang kefarmasian, maka dari itu diperlukan edukasi untuk mahasiswa farmasi guna…
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Kabupaten Bogor terhadap rnHepatitis BrnrnOlehrnAsifa Dinasty rnP2.48.40.1.22.011rnrnPendahuluan: Hepatitis B merupakan penyakit infeksi serius yang menyerang hati dan dapat berkembang menjadi kondisi kronis seperti sirosis dan kanker hati. Di Indonesia, termasuk Kabupaten Bogor, prevalensi hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Mahasiswa …
Pendahuluan: Pengetahuan adalah segala informasi yang didapat dan diketahui rnmanusia berdasarkan pengamatan dan hasil akal. Pengetahuan Hepatitis B yang rnbaik mengenai infeksi, penularan, dan vaksinasi Hepatitis B sangat penting untuk rnpencegahan dan penularan penyakit ini, khususnya dikalangan mahasiswa yang rntermasuk kelompok usia produktif. rnTujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetah…
Pendahuluan: Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Faktor risiko Hepatitis B dibagi menjadi dua yaitu secara vertikal (dari ibu ke anak) atau horizontal (dari satu individu ke individu lainnya). Tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai Hepatitis B masih kurang baik, sehingga perlu diberikan bekal atau informasi yang cukup agar penularan penyakit Hepatitis B ini da…
Pendahuluan: Hepatitis B merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyebarannya yang cepat dan dampak jangka panjang terhadap kesehatan liver membuat edukasi dan pencegahan sangat penting, terutama di kalangan mahasiswa sebagai generasi muda yang berpotensi menjadi agen promosi kesehatan.rnTujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan…
ABSTRAKrnrnPROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZIrnJURUSAN GIZIrnPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA IIrnTUGAS AKHIR, TAHUN 2025rnrnALMA HERArnEFEKTIVITAS MEDIA LEMBAR BALIK “ISI PIRINGKU” TERHADAP PENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU GIZI SEIMBANG SISWA KELAS 2 SMP NEGERI 191 JAKARTA BARATrnV BAB, 96 Halaman, 31 Tabel, 3 Gambar, 10 LampiranrnRemaja merupakan kelompok usia yang mengalami…
Anak usia dini (usia 0 sampai 6 tahun) dikenal sebagai masa keemasan (golden age) dan sedang mengalami fase pertumbuhan yang pesat untuk pertama kali (growth spurt). Anak prasekolah termasuk dalam kelompok yang rentan untuk mengalami masalah gizi. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 di Kota Tangerang tercatat bahwa prevalensi anak pendek pada usia 0-59 bulan mencapai…
PHBS di sekolah merupakan serangkaian perilaku yang dilakukan atau dilaksanakan peserta didik, guru, serta masyarakat yang berada di lingkungan sekolah dengan kesadaran sebagai pengetahuan hasil pembelajaran. PHBS di sekolah penting untuk mencegah penyakit, menjaga kebersihan, dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa, sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung proses belajar. Di…
Stunting merupakan gangguan yang terjadi pada status gizi anak yang dimana tinggi badan anak tergolong pendek jika dibandingkan dengan usianya. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 prevalensi balita stunting di Jakarta Selatan sebesar 11,9%. Kejadian stunting masih menjadi perhatian yang harus segera ditangani. Puskesmas Grogol Selatan membuat program yaitu KPG. Tuj…
Status gizi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Saat ini, Indonesia sedang menghadapi masalah (triple burden of malnutrition) yaitu gizi lebih, gizi kurang dan defisiensi mikronutrien. Pada remaja, masalah gizi yang umum ditemukan antara lain adalah pendek, kurus, kegemukan, obesitas dan anemia. Salah satu upaya menanggulangi masalah gizi kurang dapat melalui eduk…
Penjamah makanan merupakan kunci atau aspek yang sangat perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas makanan yang akan dihasilkan karena selama proses pengolahan makanan, penjamah makanan yang melakukan kontak langsung dengan makanan. Oleh karena itu, penjamah makanan harus memperhatikan prinsip higiene yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, d…
Latar Belakang: Perilaku higiene merupakan hal penting yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kualitas makanan yang akan disajikan kepada konsumen Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku higiene tenaga penjamah makanan, meliputi karakteristik tenaga penjamah makanan berdasarkan umur, jenis kelamin, lama bekerja, tingkat pendidikan terakhir, tingkat pengetahuan…
“PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HEPATITIS A SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET PADA MAHASISWA TINGKAT 1 JURUSAN GIZI DI POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II” V BAB, 95 HALAMAN, 4 GAMBAR, 17 TABEL, 11 LAMPIRAN Latar Belakang : Menurut WHO, di dunia ada 1,4 juta pasien hepatitis setiap tahunnya. Salah satu yang menjadi penyebab Hepatitis A dapat dipengaruhi …
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Kelompok usia membutuhkan bimbingan dan pengelaman untuk menuju masa dewasa yang termasuk di dalamnya kematangan mental, emosional, soaial dan fisik. Oleh karena itu, dibutuhkan asupan zat gizi yang cukup. Tidak hanya dari zat gizi makro seperti vitamin dan mineral. Namun, pada masa ini, umumnya gaya hidup (lifestyle) dan kebiasaan …
Anak usia dini merupakan anak yang berada pada usia nol sampai dengan delapan tahun. Pada fase ini merupakan masa emas atau golden age, pada fase ini anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Anak sekolah masuk ke dalam salah satu kelompok rentan gizi. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018 menunjukkan prevalensi anak pendek pada u…
Latar Belakang : Data Riskesdas 2018 menunjukkan gambaran konsumsi pangan masyarakat Indonesia yang belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Terutama para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditemukan memiliki pengetahuan dan sikap negatif terhadap gizi seimbang, berhubungan dengan kurangnya informasi mengenai gizi dan kesehatan menjadi salah satu indikator kurangnya tingkat pengetahuan s…
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal, sering disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi. Data WHO (2014) menunjukkan prevalensi anemia tinggi di negara berkembang, termasuk di kalangan remaja putri Indonesia. Menurut Riskesdas 2018, 32% remaja Indonesia menderita anemia, dengan prevalensi tertinggi di Provinsi Banten sebesar 37,1%. Pencegahan anem…
Susunan makanan yang dapat mengoptimalkan kesehatan gizi jangka panjang adalah dengan menerapkan pola makan seimbang, beraneka ragam, rendah lemak terutama lemak jenuh dan banyak mengonsumsi sayur dan buah. Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 sebanyak 93,5% penduduk Indonesia usia diatas 10 tahun kurang konsumsi sayur dan buah, pada tahun 2018 sebesar 95,5%. data ini menunjukkan adanya peningkatan…
Sarapan pagi merupakan kegiatan makan yang dilakukan sejak bangun tidur sampai dengan pukul 09.00 untuk memenuhi kebutuhan gizi harian tertentu (15-30% kebutuhan gizi) untuk mempunyai hidup yang sehat, dinamis dan efektif. Bagi anak sekolah, sarapan yang cukup terbukti dapat meningkatkan konsentrasi dan daya tahan tubuh selama belajar. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menyatakan ham…
Anak sekolah merupakan kelompok yang sedang mengalami perkembangan kebutuhan zat gizi, pembentukan kepribadian dan kebutuhan asupan makanan yang meningkat. Berdasarkan hasil analisis dari data sekunder Riskesdas 2010 diketahui bahwa dari 35.000 anak usia sekolah di Indonesia menunjukkan hampir 44,6% anak yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15% kebutuhan harian. Penelitian in…
Konsumsi gula, garam, dan lemak memiliki manfaat bagi tubuh, namun jika berlebihan dapat membahayakan kesehatan.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan pre ekspremental. one Group Pretest and postest Design. Populasi yang diteliti pada penelitian ini yaitu dewasa muda umur 18-40 tahun di karang taruna Jakarta Barat. Jumlah anggota karang taruna yang menjadi responden adalah sebanya…
Mengonsumsi buah dan sayuran merupakan salah satu pesan kunci dalam panduan gizi seimbang untuk mencapai gaya hidup yang sehat. Menurut data Riskesdas 2013 didapatkan individu berusia di atas 10 tahun mengonsumsi jumlah sayur dan buah belum sesuai anjuran. Pada tahun 2018 proporsi rata-rata perilaku konsumsi sayur dan buah di DKI Jakarta mencapai 95,1%. Saat ini dengan pesatnya perkembangan t…
Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai serat, vitamin, dan mineral. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, kurang konsumsi sayur dan buah umur ≥5 tahun sebesar 95,5%. Dampak kurang sayur dan buah antra lain, risiko sembelit (konstipasi), penurunan kekebalan tubuh, gangguan penglihatan mata, dan peningkatan risiko obesitas. Media penyampaian pesan yang mudah diterima oleh anak sekol…
Dewasa ini aktivitas fisik selain dibutuhkan untuk menjaga status gizi normal, juga diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Prevalensi gemuk pada remaja umur 13-15 tahun di kota Tangerang Selatan menempati urutan ke dua terbesar di Provinsi Banten yaitu sebesar 15,1% pada tahun 2010 setelah kota Tangerang. Status gizi yang tidak normal pada remaja jika dibiarkan tanpa penang…
Anak usia sekolah di Indonesia memiliki masalah gizi yang cukup kompleks, diantaranya yaitu sangat pendek, pendek, kurus, gemuk, serta obesitas. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi masalah gizi diantaranya yaitu pola makan atau kebiasaan makan dan kebersihan diri. Aturan mengenai pola makan dan kebersihan diri pada anak usia sekolah di Indonesia tercantum dalam pesan gizi seimbang anak usia …
Konsumsi dan kebiasaan jajan anak turut mempengaruhi kontribusi dan kecukupan energi dan zat gizinya yang berujung pada status gizi anak. Makanan jajanan yang dijual di luar sekolah pada umumnya telah terkontaminasi oleh udara kotor, sehingga hygiene dan sanitasinya kurang terjaga. Hal tersebut dapat mengakibatkan saluran pencernaan anak terganggu dan efek terburuknya dap…
Kebiasaan pola makan dan gaya hidup seperti budaya barat dapat mempengaruhi asupan gizi dan menimbulkan penyakit degeneratif pada remaja. Kurangnya pengetahuan mengenai konsumsi gula, garam dan lemak mempengaruhi sikap dan tindakan dalam pemilihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan konsumsi gula, garam dan lemak sebelum dan sesudah penyuluh…
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki angka kematian tinggi pada lansia di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia ≥ 45 tahun lebih dari 45,32%. Berdasarkan data pemeriksaan tekanan darah lansia di Posbindu Damar wulan, 36,36% lansia menderita hipertensi. Leaflet dapat memudahkan lansia dalam menerima informasi karena …
Rata-rata konsumsi air putih anak-anak usia 10-12 tahun yaitu 1.3 liter/hari, masih kurang dari jumlah yang dianjurkan yaitu 1.8 liter/hari atau setara dengan 8 gelas perhari. Kurangnya pengetahuan, sikap dan motivasi tentang konsumsi air putih dapat memberikan peluang untuk tidak memperhatikan asupan air putih. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan pengetahuan, sikap dan motivasi …
Anak usia sekolah merupakan kelompok rawan gizi yang perlu diperhatikan asupan gizinya untuk masa pertumbuhan dan perkembangan, salah satunya dalam mengonsumsi sayur dan buah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, proporsi kurang konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia pada penduduk ≥5 tahun sebesar 96,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sika…
Permasalahan gizi yang seringkali dihadapi pada remaja adalah triple burden malnutrition (gizi kurang, gizi lebih, dan kekurangan zat gizi mikro). Salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya pola makan gizi seimbang. Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dilakukan masih terdapat 50% yang memilih 4 sehat 5 sempurna sebagai panduan dalam mengonsumsi makana…