Pada masa remaja terjadi proses tumbuh kembang yang pesat sehingga membutuhkan asupan gizi yang seimbang. Namun, masih banyak remaja yang mengalami masalah gizi khususnya kasus gemuk dan obesitas yang cenderung meningkat. Kondisi tersebut mencerminkan perlunya upaya untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang guna menekan angka kejadian masalah gizi…
Gizi seimbang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, namun data global dan nasional menunjukkan tingginya masalah gizi pada remaja, mulai dari gizi kurang hingga obesitas. Salah satu upaya Kementerian Kesehatan dalam mengampanyekan pola makan sehat adalah melalui pedoman Isi Piringku, namun penyampaiannya perlu disesuaikan dengan kelompok sasaran, khususnya remaja. Game Robl…
Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan mengonsumsi jajanan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan karena mudah terpapar berbagai pilihan jajanan di lingkungan sekolah. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam memilih jajanan sehat adalah melalui penyuluhan gizi menggunakan media booklet. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sisw…
Hepatitis secara global menurut WHO merupakan penyebab kematian menular kedua di dunia, sedangkan berdasarkan Riskesdas Jawa Barat tahun 2018 prevanlensi hepatitis pada kelompok usia 5-14 tahun di Kota Bekasi sebesar 0,5%. Hepatitis A merupakan penyakit menular yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta konsumsi makanan atau jajanan yang tidak higenis. Tujuan penelitian ini un…
Tingginya angka konsumsi ikan, khususnya pada kalangan masyarakat yang berasal dari Indonesia bagian timur, perlu diimbangi dengan kemampuan memilih ikan segar yang layak konsumsi guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terkait pemilihan ikan…
Kemampuan jantung dan paru-paru untuk memasok oksigen ke otot yang bekerja selama aktivitas fisik yang berkepanjangan dikenal sebagai daya tahan kardiorespiratori. Faktor yang mempengaruhinya adalah asupan energi, zat gizi makro dan zat besi, aktivitas fisik, serta status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi, zat gizi makro, zat besi, aktivitas fisik, …
Prevalensi anemia pada pria di Indonesia menurut data Riskesdas tahun 2013 adalah 18,4%. Dampak seseorang yang memiliki kadar hemoglobin rendah cenderung memiliki gejala seperti lemah, mudah lelah, dan produktivitas kerja yang buruk, serta dalam jangka panjang memengaruhi pengembangan diri dan kondisi sosial ekonomi. Untuk seorang pria hal ini sangat penting. Banyak faktor mempengaruhi kadar he…
ABSTRAK rnPROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA rnJURUSAN GIZI rnPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II rnSKRIPSI, MEI 2025 rnSUCI TRI WAHYUNI SIAGIAN rn“PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI SAYUR rnDAN BUAH SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN rnDENGAN MEDIA BOOKLET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GUNUNG rn01 PAGI JAKARTA SELATAN” rnrnV BAB, 121 HALAMAN, 12 TABEL, 18…
Introduction: Nutritional status according to the height-to-age index was influenced by many factors, such as maternal or child factors. Now, the government’s nutrition program focuses on the problem of malnutrition in toddlers, especially stunting. The study aimed to determine the relationship between a history of early initiation breastfeeding, exclusive breastfeeding, complementary feedin…
BACK GROUND : Older toddlers period (children aged6-23 months) is often referred to asthe "golden age"critical period " The World Bank (2006) refersto it as the "window ofpportunity" becauseIt isone of the the periods of dealingwith stunted and severe stunted the mosteffective. The immediate cause of stunting is a lack of food intake and infectious diseases. Therefore, maternal knowledge about …