Pendahuluan: Hepatitis B merupakan penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Pengetahuan yang baik mengenai hepatitis B sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan pencegahan penularan, terutama pada mahasiswa sebagai kelompok usia produktif yang berperan dalam penyebaran informasi keseh…
Pendahuluan: Demam merupakan keluhan yang sering dialami balita sehingga\r\n\r\nbanyak ibu melakukan swamedikasi sebagai penanganan awal. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat dapat menyebabkan swamedikasi yang tidak rasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu terhadap swamedikasi demam pada balita.\r\n\r\nTujuan: Menge…
Pendahuluan: Hepatitis B merupakan penyakit infeksi hati yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia dan Indonesia. Rendahnya pengetahuan remaja tentang hepatitis B dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan perilaku berisiko sehingga penting untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka mengenai hepatitis B. Tujuan …
Pendahuluan : Faringitis merupakan peradangan pada faring yang sering disebabkan virus dan umumnya tidak memerlukan antibiotik. Namun, penggunaan tablet hisap fradiomycin-gramicidin tanpa pemahaman yang tepat masih berisiko menimbulkan penggunaan antibiotik yang tidak rasional.\r\n\r\nTujuan : Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan warga Kelurahan Limo tentang penggunaan tablet hisap fradiomyc…
Pendahuluan: Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan mengenai dismenorea dapat memengaruhi sikap dalam penanganannya, sehingga diperlukan edukasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif.\r\nTujuan: Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media PowerP…
Pola konsumsi remaja dan dewasa muda saat ini cenderung mengarah pada meningkatnya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi serta pola konsumsi GGL pada mahasiswa non-gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Penelitian ini menggunakan desain cros…
Pendahuluan: Penggunaan kosmetika pada remaja semakin meningkat seiring perkembangan tren kecantikan serta kemudahan dalam mengakses informasi. Namun, penggunaan kosmetika yang tidak diimbangi dengan pengetahuan dan sikap yang tepat dapat berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan.\r\n\r\nTujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap siswi SMK 3 Perguruan Cikini Jakarta Selatan menge…
Permasalahan jajanan yang tidak sehat masih menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi status kesehatan anak usia sekolah. Rendahnya pengetahuan mengenai jajanan sehat dapat berdampak pada sikap dan tindakan siswa dalam memilih makanan yang aman dan bergizi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tersebut adalah melalui penyuluhan dengan menggun…
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat. Pola hidup kurang sehat menjadi salah satu faktor risiko, sehingga pengetahuan mengenai DM tipe II penting dimiliki oleh mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dalam menerapkan pola hidup sehat dan melakukan upaya penc…
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang masih banyak terjadi pada remaja putri. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia mengalami peningkatan dan menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Edukasi gizi melalui media leaflet dan video animasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan…
Pendahuluan: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi. Kondisi ini dapat berdampak pada konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, dan produktivitas. Pemerintah telah berupaya melakukan pencegahan anemia melalui program pemberian tablet tambah darah. Namun, keberhasilan program ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan kepatuhan remaja dalam m…
Perkembangan aplikasi makanan online seperti GoFood, GrabFood, dan Shopeefood memudahkan akses makanan, namun berpotensi memengaruhi pemilihan makanan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemilihan makanan pada mahasiswa yang menggunakan dan tidak menggunakan aplikasi makanan online di Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 65 responden …
Hepatitis A merupakan penyakit infeksi fekal-oral yang menular melalui makanan terkontaminasi. Anak sekolah dasar termasuk kelompok rentan akibat kebiasaan jajan dan perilaku hidup bersih yang belum optimal. Edukasi video animasi menjadi alternatif pendekatan menarik untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap siswa …
Anemia pada remaja putri masih menjadi salah saty masalah Kesehatan masyarakat di indonesia. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin. Namun, kesadaran remaja putri dalam mengonsumsi TTD masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap yang mendukung. gizi menggunakan media leaflet dan video animasi merupa…
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan anemia menggunakan media leaflet terhadap konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di MA Al-Falah Jakarta Barat. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental…
Permasalahan gizi pada remaja masih menjadi perhatian di Indonesia, yang ditandai dengan rendahnya konsumsi sayur dan buah, ketidakseimbangan asupan zat gizi, serta masih ditemukannya masalah gizi kurang maupun gizi lebih, sehingga diperlukan edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pedoman Isi Piringku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan d…
Latar Belakang: Berdasarkan Riskesdas 2018, remaja usia 13–15 tahun masih mengalami masalah gizi dengan prevalensi kurus 6,8%, gemuk 10,8%, dan obesitas 9,2%. Selain itu, SKMI 2023 menunjukkan 98,4% remaja usia 13–18 tahun belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur. Rendahnya pengetahuan gizi dapat memengaruhi sikap dan pemilihan makanan sehingga diperlukan upaya edukasi menggunaka…
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), sehingga diperlukan pendidikan gizi menggunakan media infografis untuk meningkatkan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan remaja putri tentang konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) melalui penyuluhan menggunakan media…
Status gizi baduta merupakan indikator penting pertumbuhan dan perkembangan anak pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tingkat pengetahuan ibu dan pola pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan faktor yang dapat memengaruhi status gizi baduta. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu, pola pemberian MP-ASI, serta hubungannya dengan status…
Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih, akibat meningkatnya kebutuhan zat gizi pada masa pertumbuhan serta perubahan pola makan dan gaya hidup. Pengetahuan gizi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi remaja. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran status gizi berdasarkan karakteristik umur, tingkat pendidik…
Latar Belakang: Gizi seimbang merupakan salah satu faktor penting bagi kesehatan dan produktivitas karyawan. Hasil survei pendahuluan melalui wawancara pada karyawan PT Pegadaian Jakarta Pusat menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan belum mengenal secara menyeluruh empat pilar gizi seimbang, yaitu konsumsi makanan beraneka ragam, aktivitas fisik, pemantauan berat badan, dan Perilaku Hidup Ber…
Konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan pada remaja meningkatkan risiko terjadinya Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti Diabetes Melitus tipe 2, sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi dan perilaku konsumsi makanan dan minuman manis pada remaja di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Manbaul Khair. Penelitian ini merupakan penelitian deskrip…
Pengetahuan gizi seimbang berperan penting dalam membentuk perilaku makan sehat pada remaja. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah melalui penyuluhan menggunakan media booklet. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media booklet pada siswa/i kelas VII dan VIII di SMP PGRI …
Latar Belakang : Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang kaki lima di tempat umum untuk langsung dikonsumsi. Mahasiswa Gizi seharusnya mampu menerapkan prinsip konsumsi pangan yang sehat, namun dalam praktiknya masih ditemukan kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku konsumsi jajanan. Tujuan : Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan terhadap perilaku konsumsi jaj…
Anemia pada remaja putri masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memerlukan perhatian. Kader Posyandu berperan dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat sehingga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan gizi dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi gizi tentang anemia di wilayah kerja …
Latar Belakang : Status gizi lebih pada remaja merupakan masalah gizi yang terus meningkat. Salah satu faktor yang berperan adalah tingkat pengetahuan dan perilaku konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Tujuan : Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan perilaku konsumsi GGL terhadap status gizi lebih pada siswa/i kelas VII dan VIII SMPN 68 Jakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain …
Pada masa remaja terjadi proses tumbuh kembang yang pesat sehingga membutuhkan asupan gizi yang seimbang. Namun, masih banyak remaja yang mengalami masalah gizi khususnya kasus gemuk dan obesitas yang cenderung meningkat. Kondisi tersebut mencerminkan perlunya upaya untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang guna menekan angka kejadian masalah gizi…
Status gizi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan, khususnya pada remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan data SKI 2023, status gizi remaja usia 13–15 tahun di DKI Jakarta menurut IMT/U menunjukkan 1,3% sangat kurus, 6,8% kurus, 16,5% overweight, dan 6,8% obesitas. Pengetahuan gizi yang rendah merupakan salah satu faktor risiko timbulnya masala…
Gizi seimbang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, namun data global dan nasional menunjukkan tingginya masalah gizi pada remaja, mulai dari gizi kurang hingga obesitas. Salah satu upaya Kementerian Kesehatan dalam mengampanyekan pola makan sehat adalah melalui pedoman Isi Piringku, namun penyampaiannya perlu disesuaikan dengan kelompok sasaran, khususnya remaja. Game Robl…
Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan mengonsumsi jajanan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan karena mudah terpapar berbagai pilihan jajanan di lingkungan sekolah. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam memilih jajanan sehat adalah melalui penyuluhan gizi menggunakan media booklet. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sisw…
Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk konsumsi minuman berpemanis berlebih, sehingga pemerintah mengeluarkan regulasi pemberian logo “Pilihan Lebih Sehat” pada beberapa produk, termasuk minuman kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap logo “Pilihan Lebih Sehat” dengan pemil…
Latar belakang: Status gizi mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat pengetahuan gizi dan kebiasaan sarapan. Pengetahuan gizi yang baik diharapkan dapat mendorong penerapan pola makan sehat, sedangkan sarapan berperan dalam memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi, kebiasaan sa…
Masalah gizi pada anak usia sekolah di Indonesia masih tergolong tinggi, salah satunya dipicu oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran mengenai gizi seimbang. Edukasi menggunakan pedoman "Isi Piringku" merupakan salah satu langkah intervensi strategis untuk memperbaiki pemahaman dan sikap anak sejak dini di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan …
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi remaja dengan status gizi kurus dan sangat kurus di Jawa Barat sebesar 8,4% pada usia 13–15 tahun dan 8,2% pada usia 16–18 tahun, sedangkan prevalensi berat badan lebih dan obesitas mencapai 17% pada usia 13–15 tahun dan 13,1% pada usia 16–18 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan gizi seimbang pada remaja…
Permasalahan gizi pada anak usia sekolah masih menjadi perhatian utama di Indonesia. MBG telah diluncurkan sebagai upaya pemenuhan gizi siswa, namun penyediaan makanan bergizi saja belum cukup tanpa disertai edukasi gizi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi dan asupan MBG sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang menggunakan media leaflet dan pos…
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada remaja putri masih menjadi masalah gizi di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi KEK pada remaja putri usia 15–19 tahun di Indonesia sebesar 41,9%, sedangkan di Provinsi Jawa Barat sebesar 12,5%. Berdasarkan data penelitian Perencanaan Program Gizi Diploma III Poltekkes Kemenkes Jakarta II Tahun 2025, sebanyak 34% remaja putri d…
Hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menyatakan prevalensi status gizi pada anak usia 5-12 tahun di Provinsi Jawa Barat yaitu 10,9% gizi gemuk dan 7,5% yang sangat gemuk atau obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, durasi screen time, konsumsi jajanan tinggi energi, asupan energi dan zat gizi makro serta aktivitas fisik terhadap status gizi anak …
Hepatitis secara global menurut WHO merupakan penyebab kematian menular kedua di dunia, sedangkan berdasarkan Riskesdas Jawa Barat tahun 2018 prevanlensi hepatitis pada kelompok usia 5-14 tahun di Kota Bekasi sebesar 0,5%. Hepatitis A merupakan penyakit menular yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta konsumsi makanan atau jajanan yang tidak higenis. Tujuan penelitian ini un…
Anemia gizi yang disebabkan karena defisiensi zat besi (fe) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang harus cepat ditangani dengan serius terutama pada remaja. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh konsumsi pangan yang mengandung zat penghambat penyerapan zat besi. Kurangnya pengetahuan mengenai zat gizi dan efek dari konsumsi makanan tertentu dapat membentuk sikap dan tindakan yang tidak te…
Makanan berpotensi menjadi penyebab keracunan dan media penularan foodborne disease yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun Indonesia. Praktik higiene dan sanitasi yang buruk dalam pengolahan makanan merupakan penyebab utama terjadinya kontaminasi pangan, kontaminasi silang, dan keracunan makanan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan pengetahu…
Masalah gizi pada anak usia sekolah masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada anak usia 5-12 tahun di Provinsi DKI Jakarta masingmasing sebesar 14,6% dan 12,7%. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai gizi seimbang adalah melalui edukasi pedoman Isi Piringku. Penelitian in…
World Health Organization ( WHO ) mengategorikan obesitas sebagai bagian dari beban ganda malnutrisi pada anak yang kerap dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi camilan rendah zat gizi di sekolah. Lemahnya pengawasan orang tua, pengaruh sosial, serta minimnya pemahaman anak membuat mereka cenderung memilih jajanan hanya berdasarkan selera tanpa memedulikan aspek kesehatan dan kebersihan. Penelitian …
Obesitas pada remaja merupakan masalah gizi yang semakin meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan menimbulkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Menurut Survei Kesehatan Indonesia ( SKI ) 2023, prevalensi obesitas pada remaja berusia 16 - 18 tahun di DKI Jakarta mencapai 4,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi minuman manis kemasan dan makan…
Tingginya angka konsumsi ikan, khususnya pada kalangan masyarakat yang berasal dari Indonesia bagian timur, perlu diimbangi dengan kemampuan memilih ikan segar yang layak konsumsi guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terkait pemilihan ikan…
Masalah pertumbuhan pada anak usia 6–23 bulan masih menjadi perhatian karena dapat memengaruhi status gizi dan kesehatan anak. Penambahan berat badan merupakan salah satu indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status pertumbuhan anak usia 6–23 bulan berda…
Kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan faktor penting dalam menjaga mutu pelayanan gizi dan keamanan pangan di rumah sakit. Berdasarkan observasi awal di Instalasi Gizi RSUD Palabuhanratu masih ditemukan ketidakpatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) serta keterlambatan distribusi makanan kepada pasien yang berpotensi memengaruhi mutu pelayanan. Penelitian in…
Dismenore primer merupakan nyeri yang terjadi saat menstruasi tanpa adanya gangguan pada organ genital. Faktor risiko dismenore primer berhubungan dengan pengetahuan gizi, frekuensi konsumsi jajanan, dan status gizi. Pengetahaun gizi yang memadai, seseorang dapat menentukan kebutuhan zat gizi yang tepat untuk mencegah munculnya dismenore. Sedangkan frekuensi konsumsi jajanan dan status gizi jug…
Latar Belakang: Prevalensi anemia pada remaja putri di DKI Jakarta mencapai 18% (SKI, 2023). Hasil observasi awal dan data skrining di SMAN 10 Jakarta menunjukkan adanya indikasi serupa, di mana rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) serta pola makan yang tidak seimbang menjadi masalah dominan di sekolah tersebut. Upaya edukasi anemia memerlukan penguatan melalui pengembangan me…
Menurut Riskesdas (Kemenkes RI, 2021) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Sampai saat ini hipertensi masih menjadi suatu masalah yang cukup besar, berdasarkan data dari WHO, penyakit ini menyerang 22% penduduk dunia. Sedangkan di Asia Tenggara, angka kejadian hipertensi mencapai 36%. …
Hepatitis B merupakan penyakit infeksi kronis yang menyerang hati dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti sirosis dan kanker hati. Perilaku makan yang baik sangat penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku makan pasien hepatitis B melalui pengamatan sisa makanan sebelum dan sesudah diberikan intervensi stiker m…