Karya Tulis Ilmiah
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Pemulihan Status Gizi pada Balita Gizi Kurang di Puskesmas Pesanggrahan
Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Pesanggrahan yang mencatat prevalensi gizi kurang sebesar 5,4%, lebih tinggi dari rata-rata DKI Jakarta. Salah satu upaya penanggulangan yang dilakukan adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PMT terhadap pemulihan status gizi pada balita gizi kurang di Puskesmas Pesanggrahan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 25 balita gizi kurang yang diambil dengan teknik sampling jenuh. PMT diberikan sebanyak satu kali per hari selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita berusia 24–59 bulan (68,0%) dan berjenis kelamin laki-laki (60,0%). Setelah pemberian PMT terjadi peningkatan proporsi balita dengan asupan energi cukup dari 12,0% menjadi 100,0% dan asupan protein cukup dari 92,0% menjadi 100,0%. Tingkat kepatuhan konsumsi PMT tergolong tinggi (80,0%). Sebanyak 76,0% balita mengalami kenaikan berat badan sesuai standar. Status gizi berdasarkan indeks BB/U juga mengalami perbaikan, ditandai penurunan proporsi balita berstatus gizi sangat kurang dari 64,0% menjadi 44,0%, meskipun belum ada balita yang mencapai kategori gizi normal. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan ibu dan tingkat pengetahuan gizi ibu dengan kepatuhan konsumsi PMT maupun status gizi balita (p>0,05). Pemberian PMT selama 42 hari terbukti meningkatkan asupan energi dan protein serta memperbaiki status gizi balita gizi kurang, namun durasi intervensi yang lebih singkat dari standar (90 hari) menyebabkan perbaikan status gizi belum optimal hingga mencapai kategori normal.
Tidak tersedia versi lain