Karya Tulis Ilmiah
Formulasi Tepung Okara dan Tepung Kacang Merah (phaseolus vulgaris L.) Terhadap Mutu Organoleptik dan Tingkat Kesukaan Bungeoppang "Bunore" sebagai Snack Alternatif Mengandung Serat dan Antioksidan
Obesitas merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular, terutama di kalangan remaja. Prevalensi obesitas pada remaja di Indonesia tergolong tinggi dan belum mencapai target RPJMN tahun 2030. Salah satu pencegahan obesitas adalah penyediaan camilan mengandung serat dan antioksidan. penelitian ini bertujuan utnuk menghasilkan formulasi Bungeoppang “Bunore” dengan penambahan tepung okara dan tepung kacang merah sebagai camilan yang mengandung serat dan antioksidan. penelitian ini bersifat eksprimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 formulasi dengan 3 replikasi. Subjek penelitian ini adalah 30 panelis agak terlatih yang dilaksanakan di Laboratorium Pangan, Laboratorium Uji Cita Rasa. Hasil uji organoleptik akan dianalisis secara statistic menggunakan Uji Friedman dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan formulasi hanya berpengaruh signifikan terhadap tekstur (p < 0,05), sedangkan warna, aroma, rasa, penampilan dan tingkat kesukaan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p>0,05). Formulasi Bungeoppang “Bunore” yang terpilih memiliki 4,5 g tepung okara, 24,5 g tepung kacang merah. Hasil analisis kandungan zat gizi, produk energi 338 kkal, protein 20,3 g, lemak 4,23 g, karbohidrat 55,7 g, serat 6,7 g dan antioksidan 10 mg. Uji coba dapat dilakukan kepada pada remaja dengan obesitas untuk menentukan daya terima produk ini.
Tidak tersedia versi lain