Karya Tulis Ilmiah
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dan Frekuensi Konsumsi Bahan Pangan Sumber Zat Besi dan Vitamin C Dengan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Jatiasih
PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II TUGAS AKHIR, 2026 ASTERINA SINAMBELA HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN FREKUENSI KONSUMSI BAHAN PANGAN SUMBER ZAT BESI DAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JATIASIH Bab, 96 Halaman, 2 Gambar, 7 Tabel, 8 Lampiran Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin. Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) serta frekuensi konsumsi bahan pangan sumber zat besi dan vitamin C diduga berperan terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi TTD dan frekuensi konsumsi bahan pangan sumber zat besi dan vitamin C dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas Jatiasih. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional pada 21 ibu hamil menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan pada Juni2026 di Puskesmas Jatiasih. Sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (81,0%), berpendidikan ≥SMA (81,0%), tidak patuh mengonsumsi TTD (57,1%), dan memiliki kadar hemoglobin ≥ 11 g/dL (61,9%). Kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,005), konsumsi ikan (p = 0,007), dan buah sumber vitamin C (p = 0,010) berhubungan dengan kadar hemoglobin, sedangkan usia, pendidikan, paritas, jarak kehamilan, serta konsumsi bahan pangan lainnya tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Puskesmas perlu meningkatkan edukasi dan pemantauan kepatuhan konsumsi TTD serta mendorong konsumsi ikan dan buah sumber vitamin C sebagai upaya mempertahankan kadar hemoglobin ibu hamil. Kata Kunci: Ibu Hamil,Kadar Hemoglobin, Kepatuhan Tablet Tambah Darah, Zat Besi, Vitamin C Daftar Pustaka: 27 bacaan (2016–2025)
Tidak tersedia versi lain