Skripsi
EVALUASI KUALITAS CITRA WRIST JOINT SEQUENCE CORONAL STIR MENGGUNAKAN HEAD COIL DAN FLEX COIL DI RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA
Latar Belakang Penelitian ini berfokus pada pentingnya pemilihan coil dalam pemeriksaan MRI wrist joint, karena jenis coil sangat memengaruhi kualitas citra, terutama pada signal to noise ratio (SNR), kontras, dan kejelasan anatomi. Di Rumah Sakit Pusat Pertamina, pemeriksaan wrist joint dilakukan tanpa dedicated coil sehingga menggunakan head coil dan flex coil sebagai alternatif. Perbedaan jumlah channel yang signifikan antara head coil (32 channel) dan flex coil (8 channel) menjadi faktor penting yang diduga memengaruhi kualitas citra.rnTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas citra anatomi wrist joint pada sequence coronal STIR antara penggunaan head coil dan flex coil, serta menilai coil mana yang menghasilkan citra paling baik secara visual.rnDesain Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan eksperimen, melibatkan 10 volunteer usia 20–26 tahun. Setiap volunteer diperiksa dua kali menggunakan MRI Philips Ingenia 3T dengan sequence STIR potongan coronal. Penilaian kualitas citra dilakukan oleh 5 responden (2 dokter radiologi dan 3 radiografer) menggunakan skala Likert 4 poin. Struktur anatomi yang dinilai meliputi tulang (radius, ulna, metacarpal), cartilago, dan ligament. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, kemudian dilanjutkan dengan Uji T-Test untuk data normal (tulang dan cartilago) dan Uji Wilcoxon untuk data tidak normal (ligament).rnHasil Penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara penggunaan head coil dan flex coil pada seluruh struktur anatomi. Pada tulang, head coil memiliki rata-rata 3,76 dibandingkan flex coil 2,94 (p 0,01). Pada cartilago, head coil memiliki rata-rata 3,48 dan flex coil 2,62 (p 0,01). Pada ligament, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = –2,842 dengan p = 0,004, yang berarti terdapat perbedaan signifikan pula. Secara keseluruhan, head coil menghasilkan citra yang lebih jelas, tajam, dan kontras lebih baik.rnWawancara dengan radiografer dan dokter radiologi memperkuat temuan kuantitatif. Responden menyatakan bahwa head coil memberikan citra yang lebih stabil dan detail anatominya lebih tegas. Namun, dari sisi kenyamanan pasien, flex coil lebih fleksibel digunakan terutama pada pasien yang tidak dapat mempertahankan posisi superman.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain