Transfusi darah dengan suhu di bawah 35°C dapat memicu hipotermia, sedangkan suhu di atas 40°C berisiko merusak komponen darah. Penelitian ini bertujuan merancang alat Blood Warmer pada rentang 36°C-39°C yang dilengkapi monitoring suhu real-time, overheat protection, dan penyimpanan data berbasis Google Spreadsheets. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan mik…
Alat blood warmer yang berfungsi untuk menstabilkan atau menghangatkan darah dalam transfusi darah sehingga suhu darah yang dihasilkan sesuai atau sama dengan keadaan suhu tubuh. Dimana karya tulis ini merupakan hasil dari beberapa percobaan penulis untuk merancang dan membangun sebuah rangkaian alat blood warmer yang dikontrol oleh IC mikrokontroler ATMega 8535 sebagai kontrol dari semua …
Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan evaluasi sebuah prototipe “Pengembangan Pemodelan BLOOD WARMER dengan ready set dan empty notication”, yang dirancang pada penelitian saya sebelumnya di tahun 2020, alat blood warmer sendiri bertujuan untuk menghangatkan darah yang ditransfusikan ke pasien dalam pengaturan medis seperti operasi atau perawatan intensif. Prototipe yang dikembangka…
Transfusi darah ialah suatu tindakan dalam menyelamatkan jiwa, akibat terjadinya trauma pembedahan atau non-pembedahan yang dilakukan dengan menyalurkan darah ke dalam tubuh manusia. Darah yang akan ditransfusikan ke manusia disimpan ke dalam alat blood bank dengan suhu ± 2-6⁰C yang bertujuan untuk menjaga darah mengalami kerusakan dan terjadinya penggumpalan. Sebelum dilakukannya transfus…