Skripsi
Uji Coba Pemanfaatan Sampah Pasar (Sawi Putih) Menjadi Kompos Menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) Buah Pisang, dan MOL Buah Pepaya Sebagai Bioaktivator Tahun 2026
Kegiatan pembangunan dan pertambahan penduduk yang terus meningkat menyebabkan volume sampah semakin besar, salah satunya sampah pasar yang didominasi sampah organik dari pedagang sayur dan buah. Di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, sampah sayur seperti sawi putih dibiarkan menumpuk sehingga menimbulkan bau tidak sedap, kerumunan lalat, dan potensi penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kualitas kompos dari sampah sawi putih dengan penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) buah pisang dan MOL buah pepaya sebagai bioaktivator. Manfaat dari penelitian ini teknologi kompos dapat digunakan untuk pengolahan dalam mengolah sampah organik pasar menjadi kompos yang lebih bermanfaat dan bernilai guna.adalah sampah sawi putih serta membuka peluang usaha bagi masyarakat. Ruang lingkup penelitian berupa quasi eksperimen yang membatasi pengamatan pada karakteristik fisik kematangan kompos, parameter suhu, pH, kelembaban, serta kandungan C-Organik, Nitrogen, Fosfor, dan Kalium selama 15 hari proses pengomposan.\r\nHasil penelitian menunjukkan karakteristik fisik kompos (warna, bau, tekstur) telah sesuai SNI 19-7030-2004. Suhu akhir pengomposan berkisar 26,3–26,7°C dan pH bernilai 7. Kadar nitrogen, phospor, dan kalium pada kompos sawiputih dengan penambahan MOL buah pisang, penambahan MOL buah pepaya, dan tanpa perlakuan (kontrol) juga telah sesuai SNI, sedangkan nilai c-organik pada penambahan MOL buah pisang dan MOL buah pepaya melebihi batas maksimum standar. Berdasarkan kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium yang lebih tinggi, kompos dengan penambahan MOL buah pepaya menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan MOL buah pisang, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bioaktivator alternatif pengomposan sampah organik pasar.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain