Karya Tulis Ilmiah
Identifikasi Hexachlorophene Dalam Sediaan Padat Sabun Mandi Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Photo Diode Array (KCKT-PDA)
Adella Debora Panjaitan, “Identifikasi Hexachlorophene dalam Sediaan Padat\r\nSabun Mandi secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Photo Diode Array\r\n(KCKT-PDA)”, di bawah bimbingan Sarah Margaretha M. Raya Sitorus, S.T., \r\nM.T. dan Junie Suriawati, S.Si., M.Si. 2026. \r\n\r\nSabun merupakan kebutuhan primer untuk menjaga higienitas kulit, namun \r\npenambahan zat antiseptik seperti hexachlorophene menjadi kontroversial karena sifat toksisitasnya yang tinggi. Senyawa ini dapat terabsorpsi melalui kulit dan menyebabkan iritasi serius, terutama pada bayi, sehingga penggunaannya dilarang ketat berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025. Penelitian ini \r\nbertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan zat hexachlorophene dalam sediaan sabun mandi padat yang beredar di masyarakat menggunakan metode \r\nKromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan detektor Photo Diode Array\r\n(PDA). Metode ini dipilih karena memiliki sensitivitas yang tinggi dalam memisahkan analit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel sabun mandi \r\npadat yang diuji tidak mengandung hexachlorophene. Penentuan ini didasarkan \r\npada prosedur interpretasi hasil yang menunjukkan tidak adanya kesamaan waktu retensi, profil spektrum, maupun panjang gelombang maksimum antara puncak larutan uji dengan larutan baku dan spiked sample. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sampel sabun padat memenuhi syarat (MS) sesuai dengan regulasi teknis bahan kosmetika yang berlaku di Indonesia.\r\n\r\nKata Kunci: sabun mandi, kosmetik, hexachlorophene, kromatografi cair kinerja \r\ntinggi.
Tidak tersedia versi lain