Skripsi
Mutu Organoleptik Dan Daya Terima Keripik "Carivbe" Dari Formulasi Tepung Hati Ayam, Tepung Kacang Merah Dan Tepung Wortel Sebagai Alternatif Selingan Mengandung Zat Besi, Protein Dan Betakatoten
Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi di Indonesia yang meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah, serta gangguan pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk keripik "Carivbe" sebagai alternatif pangan selingan dengan penambahan tepung hati ayam, tepung kacang merah, dan tepung wortel, serta mengetahui pengaruh formulasi terhadap mutu organoleptik dan daya terima produk. Penelitian menggunakan rancangan Completely Randomized Design (CRD) dengan tiga perlakuan dan tiga kali replikasi. Uji organoleptik dilakukan terhadap 35 panelis agak terlatih di Laboratorium Uji Cita Rasa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung hati ayam, tepung kacang merah, dan tepung wortel berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, penampilan, dan tingkat kesukaan produk (p < 0,05). Formulasi T1 (8,8 g tepung hati ayam, 7,2 g tepung kacang merah, dan 4 g tepung wortel) merupakan formulasi terpilih berdasarkan tingkat penerimaan panelis. Hasil analisis zat gizi di laboratorium menunjukkan kandungan gizi per 100 g produk yaitu energi 538,22 kkal, protein 7,81 g, lemak 32,20 g, karbohidrat 54,31 g, zat besi 3,57 mg, dan betakaroten 288 mcg. Dalam satu takaran saji (40 g), produk memiliki kandungan energi sebesar 215,29 kkal, protein 3,12 g, lemak 12,88 g, karbohidrat 21,72 g, zat besi 1,43 mg, dan betakaroten 115,2 mcg. Maka produk keripik “Carivbe” berpotensi menjadi alternatif pangan selingan yang mengandung protein, zat besi, dan betakaroten bagi ibu hamil KEK.
Tidak tersedia versi lain