Karya Tulis Ilmiah
Inovasi Produk Patty Lele Berbasis Pangan Lokal Berbasis Pangan Lokal Sebagai Alternatif Pangan Sumber Protein Untuk Remaja Usia 13-15 Tahun
NADILA ABIMANYU INOVASI PRODUK PATTY IKAN LELE BERBASIS PANGAN LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN SUMBER PROTEIN UNTUK REMAJA USIA 13-15 TAHUN V BAB, 110 Halaman, 43 Tabel, 8 Gambar, 11 Lampiran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan alternatif pangan berbasis lokal yang bergizi, ekonomis, dan memiliki daya terima yang baik. Ikan lele merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh dan berpotensi dikembangkan menjadi produk patty. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi terbaik patty ikan lele berdasarkan uji organoleptik serta mengetahui kandungan gizi dan kesesuaiannya dengan standar MBG.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan tiga formulasi perlakuan. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis semi terlatih terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, penampilan, dan tingkat kesukaan. Data dianalisis menggunakan uji Friedman dan Wilcoxon, sedangkan kandungan gizi dihitung menggunakan TKPI.Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh satu formulasi terbaik yang paling disukai panelis yaitu formulasi T3 yang memiliki kriteria warna orange tua (73,3%), aroma ikan lele sangat ringan (46,7%), rasa nenak dan gurih (43,3%), tekstur agak empuk (40%), penampilan menarik (63,3%) dan tingkat kesukaan (63,3%). Produk yang terpilih memiliki kandungan energi 185 kkal, protein 12 gram, lemak 2,8 gram, karbohidrat 19 gram dan betakaroten 4.257 mcg yang berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi makan siang remaja usia 13–15 tahun sesuai standar MBG serta memiliki biaya produksi yang terjangkau. Dengan demikian, patty ikan lele berbasis pangan lokal berpotensi menjadi alternatif menu dalam Program Makanan Bergizi Gratis. Kata kunci : patty ikan lele, pangan lokal, organoleptik, Makanan Bergizi Gratis, protein Referensi : 42 Referensi (2020-2026)
Tidak tersedia versi lain