Karya Tulis Ilmiah
Tingkat Kepuasan Cita Rasa dan Variasi Menu Pada Penyelenggaraan Makanan Oleh Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Kelas 1A Cipinang
Layanan makanan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan sangat penting untuk menjaga status gizi warga binaan dan stabilitas institusi. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat kepuasan cita rasa, variasi menu, serta faktor persepsi yang melatarbelakangi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menyisakan makanan di Rutan Kelas 1A Cipinang. Pengambilan data dilakukan pada 15 Juni 2026 di blok santri terhadap 38 responden menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur skala Likert 1-5 dengan batas cut-off point kepuasan sebesar 27, lalu dianalisis menggunakan distribusi frekuensi univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori puas terhadap aspek Cita Rasa Makanan (86,8%). Meskipun demikian, titik kritis ditemukan pada indikator aroma (26,3% tidak puas) akibat kondensasi wadah selama distribusi desentralisasi. Hal ini sejalan dengan persepsi penyebab menyisakan makanan, di mana 18,4% WBP memilih faktor 'rasa makanan kurang enak'. Pada aspek Variasi Makanan, sebanyak 78,9% responden menyatakan puas terhadap kedisiplinan siklus menu 10 hari dan keberagaman bahan lauk. Meskipun demikian, terdapat ketidakpuasan signifikan pada indikator teknik pengolahan yang monoton/selalu digoreng (deep frying) sebesar 23,7% dan variasi buah/snack tambahan (23,7%). Monotonnya teknik pengolahan memicu kejenuhan sensoris (Sensory-Specific Satiety), sehingga faktor persepsi tertinggi yang menyebabkan WBP menyisakan makanan didominasi oleh alasan 'menu tidak berselera' (39,5%). Pihak dapur disarankan memodifikasi teknik memasak (seperti tumis/kuah) untuk memperbaiki persepsi selera makan WBP dan mempercepat alur distribusi untuk menjaga mutu aroma.
Tidak tersedia versi lain