Skripsi
TEKNIK STEREOTACTIC BODY RADIATION THERAPY (SBRT) PADA KASUS INTRADURAL EXTRAMEDULLARY SCHWANNOMA
Penggunaan alat imobilisasi pada teknik Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT) masih bervariasi, seperti yang ditemukan di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Pusat Pertamina yang menggunakan vacuum bag sebagai alat imobilisasi yang berbeda dengan protokol SBRT area cervical pada umumnya yang menggunakan masker termoplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur teknik SBRT pada kasus Intradural Extramedullary Schwannoma meliputi simulasi, perencanaan, penggunaan alat imobilisasi hingga tahap penyinaran di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Pusat Pertamina.\r\nJenis penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang dilakukan di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Pusat Pertamina pada bulan November 2025 – Mei 2026. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien yang menjalani penyinaran radioterapi teknik SBRT dengan satu sampel pasien tumor Schwannoma. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar obbservasi serta pedoman wawancara untuk memperdalam data yang diperoleh. Data dianalisis dan disajikan untuk memaparkan seluruh rangkaian prosedur penyinaran.\r\nHasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur penatalaksanaan teknik Stereotactcic Body Radiation (SBRT) di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Pusat Pertamina telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip radioterapi mulai dari simulasi, perencanaan, verifikasi hingga penyinaran. Alat imobilisasi pada kasus ini menggunakan vacuum bag untuk meminimalisir pergerakan pasien selama penyinaran. Penggunaan alat imobilisasi dapat juga menggunakan masker termoplastik, namun pada kasus ini penggunaan masker termoplastik memerlukan baseplate yang dapat menghambat jangkauan perangkat U-frame dengan optical sensor.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain