Skripsi
ANALISIS PENYEBAB ARTEFAK TERHADAP PENGGUNAAN FLEX COIL PADA PEMERIKSAAN MRI SHOULDER JOINT
Latar Belakang: Pada pemeriksaan MRI Shoulder Joint penggunaan coil yang sesuai, sangat berpengaruh terhadap kualitas sinyal dan munculnya artefak. Di Rumah Sakit Hermina Depok, pemeriksaan MRI Shoulder Joint menggunakan flex coil. Namun, penggunaan flex coil berpotensi menimbulkan artefak yang dapat menurunkan kualitas citra MRI sehingga informasi anatomi dan kelainan pada shoulder joint tidak dapat divisualisasikan secara jelas.\r\nTujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab artefak, mengklasifikasikan jenis artefak dan mengetahui penanggulangan artefak pada pemeriksaan MRI Shoulder Joint menggunakan flex coil.\r\nMetode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Hermina Depok pada bulan Mei sampai Juni 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengidentifikasi jenis artefak yang muncul pada citra MRI Shoulder Joint. Pengumpulan data didapat melalui observasi, dokumentasi citra, serta wawancara/kuisioner kepada radiografer berpengalaman di bidang MRI dan dokter radiologi, kemudian diklasifikasikan berdasarkan karakteristik visual dan dianalisis penyebabnya menggunakan diagram fishbone.\r\nHasil Peneltian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa artefak yang ditemukan pada pemeriksaan MRI Shoulder Joint menggunakan flex coil terdiri atas motion artifact, inhomogeneity artifact, dan signal loss artifact. Motion artifact merupakan artefak yang paling dominan dengan persentase 50%, diikuti inhomogeneity artifact sebesar 43%, dan signal loss artifact sebesar 7%. Motion artifact terutama disebabkan oleh pergerakan pasien dan kurang optimalnya fiksasi shoulder selama pemeriksaan. Inhomogeneity artifact berkaitan dengan ketidakhomogenan medan magnet serta posisi shoulder yang kurang tepat terhadap isocenter. Signal loss artifact dipengaruhi oleh sensitivitas penerimaan sinyal coil, jarak coil terhadap objek pemeriksaan, serta faktor protokol pemeriksaan. Penanggulangan artefak dapat dilakukan melalui edukasi pasien, penggunaan busa immobilisasi, penempatan coil sedekat mungkin dengan area pemeriksaan, positioning shoulder pada isocenter, optimasi teknik shimming, serta penyesuaian parameter scanning.\r\nKesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab artefak pada pemeriksaan MRI Shoulder Joint menggunakan flex coil dipengaruhi oleh faktor pasien, faktor coil, dan faktor parameter pemeriksaan. Munculnya artefak tersebut dapat diminimalkan melalui positioning pasien yang tepat, fiksasi pasien, dan optimasi parameter pemeriksaan sehingga kualitas citra MRI tetap memadai untuk mendukung evaluasi diagnostik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain