Karya Tulis Ilmiah
Analisis Hubungan Asupan Zat Gizi terhadap Derajat Fatigue (Tingkat Kelelahan) pada Anggota Paskibra MTsN 8 Jakarta Barat Selama Sesi Latihan
Fatigue merupakan kondisi kelelahan yang dapat memengaruhi performa fisik seseorang selama melakukan aktivitas, termasuk pada anggota Paskibra yang menjalani latihan rutin dengan intensitas sedang hingga tinggi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan fatigue adalah asupan zat gizi makro, yaitu energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi terhadap derajat fatigue pada anggota Paskibra MTsN 8 Jakarta Barat selama sesi latihan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 29 orang dari total populasi 40 anggota Paskibra, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Data asupan zat gizi diperoleh melalui metode recall 24 jam sebanyak satu kali, sedangkan derajat fatigue diukur menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS). Heart rate diukur sebelum dan sesudah latihan sebagai data pendukung penelitian. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden, asupan zat gizi, heart rate, dan derajat fatigue. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Fisher\'s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan energi kurang (69,0%), asupan protein kurang (65,6%), asupan lemak kurang (72,4%), dan asupan karbohidrat kurang (79,4%), serta derajat fatigue ringan (72,4%). Rata-rata heart rate sebelum latihan sebesar 92,0 ± 11,2 kali/menit, sedangkan setelah latihan meningkat menjadi 132,3 ± 13,9 kali/menit. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi (p=0,675), protein (p=1,000), lemak (p=0,164), maupun karbohidrat (p=0,647) dengan derajat fatigue (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan zat gizi makro dengan derajat fatigue pada anggota Paskibra MTsN 8 Jakarta Barat selama sesi latihan. Tingkat fatigue diduga dipengaruhi oleh faktor lain seperti intensitas latihan, tingkat kebugaran, status hidrasi, kualitas tidur, dan waktu pemulihan.
Tidak tersedia versi lain