Skripsi
ANALISIS PERBEDAAN INFORMASI CITRA ANATOMI MRI CERVICAL PADA SEKUEN T2 TSE POTONGAN AXIAL MENGGUNAKAN VARIASI R FAKTOR TEKNIK GRAPPA
Teknik Generalized Autocalibrating Partially Parallel Acquisition (GRAPPA) merupakan metode parallel imaging yang digunakan untuk mempercepat akuisisi data MRI melalui pengurangan pengambilan data k-space. Peningkatan nilai R-factor mampu mempersingkat waktu pemeriksaan, namun berpotensi menurunkan kualitas citra akibat penurunan signal-to-noise ratio (SNR). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan informasi citra anatomi MRI cervical pada sekuen T2 TSE potongan axial menggunakan variasi R-factor GRAPPA (R-2, R-3, dan R-4), serta menentukan nilai yang paling optimal.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan eksperimen yang dilaksanakan di Instalasi Radiologi RS Murni Teguh Sudirman Jakarta dari bulan April - Mei 2026. Populasi penelitian berjumlah 10 pasien MRI cervical. Sampel sebanyak 7 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui observasi dan penilaian citra oleh responden menggunakan kuesioner terhadap visualisasi corpus vertebrae, cerebrospinal fluid (CSF), dan nerve spinalis. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon.\r\nHasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan informasi citra anatomi pada penggunaan variasi R-factor GRAPPA. Variasi GRAPPA R-2 memberikan kualitas visualisasi anatomi terbaik, sedangkan peningkatan R-factor hingga R-4 menghasilkan waktu pemeriksaan yang lebih singkat namun disertai penurunan kualitas citra. Dengan demikian, GRAPPA R-2 merupakan variasi yang paling optimal untuk menghasilkan keseimbangan antara kualitas citra diagnostik dan efisiensi waktu pemeriksaan MRI cervical.\r\n\r\nKata Kunci : MRI Cervical, T2 TSE Axial, GRAPPA, R-factor, Kualitas Citra.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain