Skripsi
ANALISIS AKURASI PENGUKURAN PANJANG HEPAR PADA KLINIS FATTY LIVER BERDASARKAN ORIENTASI PEMINDAIAN CRANIOCAUDAL DAN ANTEROPOSTERIOR MENGGUNAKAN MODALITAS ULTRASONOGRAFI
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) hepar memegang peranan penting dalam mengevaluasi \r\nderajat hepatomegali pada pasien dengan klinis fatty liver. Pengukuran dimensi hepar yang \r\nakurat sangat krusial, di mana terdapat dua pendekatan geometri yang lazim digunakan, \r\nyaitu orientasi craniocaudal (CC) dan anteroposterior (AP). Teknik AP rentan terhadap \r\nbias manipulasi anatomis dan artifak kompresi, sedangkan teknik CC bertumpu pada \r\nlandmark anatomi internal yang lebih pasti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis \r\nkarakteristik akurasi, variabilitas, dan keandalan geometris dari kedua orientasi pemindaian \r\ntersebut dalam merepresentasikan dimensi organ hepar.\r\nDesain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan komparatif yang \r\ndilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Instalasi Radiologi RSKD Duren Sawit. Populasi \r\npenelitian adalah seluruh pasien yang menjalani pemeriksaan USG hepar, dengan \r\npengambilan sampel sebanyak 19 pasien terdiagnosis klinis fatty liver yang memenuhi \r\nkriteria inklusi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan \r\ndokumentasi citra dari sistem Picture Archiving and Communication System (PACS). \r\nInstrumen penelitian meliputi pesawat USG GE LOGIQ E10 dengan transduser konveks, \r\ncaliper digital, dan lembar observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif \r\nkomparatif untuk mengevaluasi selisih dan variasi rentang angka hasil ukur.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik yang signifikan \r\nantara hasil ukur teknik CC dan AP pada individu yang sama. Rata-rata ukuran hepar \r\nmenggunakan teknik AP adalah 12,16 cm, sedangkan teknik CC menghasilkan rata-rata \r\nyang lebih representatif yaitu 16,04 cm. Hasil evaluasi komparatif-geometris \r\nmengonfirmasi bahwa teknik pemindaian craniocaudal (CC) terbukti memiliki tingkat \r\nkeandalan yang signifikan lebih akurat dan presisi serta tidak rentan terhadap bias artifak \r\nkompresi dibandingkan teknik anteroposterior (AP) dalam mendeteksi hepatomegali pada \r\nkasus fatty liver.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain