Karya Tulis Ilmiah
Hubungan Riwayat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta Pemberian ASI Eksklusif terhadap Status Gizi Bayi Usia 6 Bulan 0–29 Hari di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Jaya
Latar belakang: Masalah gizi pada bayi akibat kegagalan pemberian ASI eksklusif masih menjadi tantangan kesehatan yang serius. Keberhasilan ASI eksklusif sangat ditentukan oleh pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Di Kecamatan Sindang Jaya, 97,01% tercatat melakukan IMD, sedangkan 75,6% bayi mendapatkan ASI eksklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat IMD terhadap pemberian ASI eksklusif, serta hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi bayi usia 6 bulan 0–29 hari berdasarkan indikator BB/U, PB/U, dan BB/PB. Metode: Menggunakan desain cross-sectional dengan teknik total sampling. Peneliti memanfaatkan data sekunder penimbangan bulan Januari–Maret 2026 di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji chi-square. Hasil dan kesimpulan: Melibatkan 106 bayi sebagai sampel, hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat IMD terhadap pemberian ASI eksklusif (p=0,000), pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi BB/U (p=0,002), serta ASI eksklusif terhadap PB/U (p=0,021). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi BB/PB (p=0,320). Saran: Dapat meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pelaksanaan IMD serta konsistensi pemberian ASI eksklusif kepada calon ibu serta ibu menyusui guna mengoptimalkan status gizi bayi, khususnya di wilayah Puskesmas Sindang Jaya.
Tidak tersedia versi lain