Karya Tulis Ilmiah
Hubungan Kondisi Psikologis, Asupan Zat Gizi, Usia dan Status Gizi Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia di Posyandu ILP Asoka, Kelurahan Karang Tengah
Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Kadar gula darah dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, kondisi psikologis, serta kecukupan asupan zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi psikologis, asupan zat gizi, usia, dan status gizi terhadap kadar gula darah pada lansia di Posyandu ILP Asoka, Kelurahan Karang Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan metode total sampling terhadap 25 lansia. Data dikumpulkan melalui kuesioner DASS-21, wawancara food recall, dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 60-74 tahun (60%), perempuan (88%), berstatus gizi normal (64%), dan memiliki kadar gula darah sewaktu normal (88%). Tingkat depresi (76%), kecemasan (52%), dan stres (72%) rata-rata berada dalam kategori normal, sementara kecukupan asupan energi (96%), protein (96%), lemak (80%), karbohidrat (92%), dan serat (100%) sebagian besar kurang. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara usia, status gizi, tingkat psikologis (depresi, kecemasan, stres), maupun kecukupan asupan zat gizi dengan kadar gula darah sewaktu (p > 0,05 pada seluruh variabel). Dapat disimpulkan bahwa kadar gula darah pada lansia dipengaruhi oleh banyak faktor. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan sampel lebih besar dan menambahkan variabel riwayat genetik. Posyandu disarankan menambahkan skrining asupan gizi sederhana dan senam lansia rutin, sementara lansia disarankan meningkatkan keragaman pola makan agar kebutuhan gizi harian terpenuhi dan kesehatan tetap terjaga
Tidak tersedia versi lain