Skripsi
Hubungan antara Pola Konsumsi Fast food, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro, serta Sedentary lifestyle dengan Status Gizi pada Siswa SMAN 46 Jakarta
Perubahan gaya hidup pada remaja mendorong meningkatnya konsumsi fast food, Asupan energi dan zat gizi serta sedentary lifestyle yang dapat memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi fast food, asupan energi dan zat gizi makro, serta sedentary lifestyle dengan status gizi pada siswa SMAN 46 Jakarta. Provinsi DKI Jakarta pada usia 16-18 tahun menempati urutan ketiga dengan prevalensi overweight tertinggi sebesar 14,4%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 140 siswa/I SMAN 46 Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara, FFQ semi-quantiative dan food recall 2×24 jam, serta dianalisis menggunakan uji statistik bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa/i memiliki status gizi (IMT/U) yang baik (60,7%), pola konsumsi fast food sering (77,9%), asupan energi (74,3%), protein (43,6%), lemak (62,9%), karbohidrat (82,1%) dalam kategori kurang, dan sedentary lifestyle dalam kategori sedentary (66,4%). Berdasarakan uji statistik menunjukkan ada hubungan antara status gizi (IMT/U) dengan asupan energi (p = 0,033) dan asupan karbohidrat (p = 0,001). Namun, tidak terdapat hubungan antara status gizi (IMT/U) dengan pola konsumsi fast food (p = 0,190), asupan protein (p = 0,225), lemak (p = 0,074), sedentary lifestyle (p = 0,190). Serta, tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi fast food dengan sedentary lifestyle (p = 0,142) dan tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p = 0,651), protein (p = 0,540), lemak (p = 0,828), karbohidrat (p = 0,776),) dengan pola konsumsi fast food.
Tidak tersedia versi lain