Karya Tulis Ilmiah
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi, Asupan Energi, Asupan Zat Gizi Makro serta Kebersihan Diri dengan Status Gizi pada Remaja Putri di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada remaja putri masih menjadi masalah gizi di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi KEK pada remaja putri usia 15–19 tahun di Indonesia sebesar 41,9%, sedangkan di Provinsi Jawa Barat sebesar 12,5%. Berdasarkan data penelitian Perencanaan Program Gizi Diploma III Poltekkes Kemenkes Jakarta II Tahun 2025, sebanyak 34% remaja putri di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor berisiko mengalami KEK berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Status gizi remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat pengetahuan gizi, asupan energi, asupan zat gizi makro, dan kebersihan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi, asupan energi, asupan zat gizi makro serta kebersihan diri dengan status gizi (LILA) pada remaja putri usia 12–18 tahun di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi yang bersumber dari arsip dokumen penelitian Perencanaan Program Gizi Diploma III Poltekkes Kemenkes Jakarta II Tahun 2025 dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 259 remaja putri usia 12–18 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi (p=0,353), asupan energi (p=0,979), asupan protein (p=0,354), asupan lemak (p=0,821), dan asupan karbohidrat (p=0,945) dengan status gizi (LILA) pada remaja putri di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara kebersihan diri dengan status gizi (LILA) (p=0,01; r=0,157) dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan yang sangat lemah.
Tidak tersedia versi lain