Skripsi
Hubungan Pola Konsumsi Junk Food dan Asupan Gula, Garam, Lemak Terhadap Status Gizi Pada Siswa Kelas XI SMAN 46 Jakarta
Konsumsi junk food yang tinggi kandungan gula, garam, lemak menjadi pola konsumsi yang sangat umum di kalangan remaja serta akan berkontribusi terhadap terjadinya permasalahan gizi. Remaja di Indonesia mengalami tiga permasalahan gizi utama, yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi dan kekurangan zat gizi mikro yang akan berdampak pada kesehatan. Provinsi DKI Jakarta menempati urutan ketiga dengan prevalensi overweight tertinggi sebesar 14,4% pada remaja usia 16- 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi junk food dan asupan gula, garam, lemak terhadap status gizi (IMT/U) remaja pada siswa kelas XI SMAN 46 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode stratified random sampling kemudian diperoleh sampel sebanyak 140 remaja yang berusia 15-18 tahun. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara food recall 2x24 jam dan pengisian kuesioner (FFQ) Food Frequency Questionnaire, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (IMT/U) dengan pola konsumsi junk food (p = 0,873), asupan gula (p = 0,115), asupan garam (p = 0,079), asupan lemak (p = 0,30) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan gula, garam, lemak dengan pola konsumsi junk food (p = 0,925; p = 0,459; p = 0,795). Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk perubahan perilaku terkait pembatasan konsumsi junk food dan asupan gula, garam, lemak pada siswa/i kelas XI SMAN 46 Jakarta.
Tidak tersedia versi lain