Skripsi
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MINUMAN MANIS, TINGKAT AKTIVITAS FISIK, DURASI SCREEN TIME, DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI KELAS XI DI SMAN 32 JAKARTA SELATAN
Status gizi merupakan kondisi keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola konsumsi sehari-hari, tingkat aktivitas fisik, dan gaya hidup. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi overweight dan obesitas pada remaja usia 16-18 tahun di DKI Jakarta masing-masing sebesar 14,4% dan 4,8%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional sebesar 8,8% dan 3,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi minuman manis, tingkat aktivitas fisik, durasi screen time, dan asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja di SMAN 32 Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 32 Jakarta Selatan. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data kebiasaan konsumsi minuman manis dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire, aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Level, durasi screen-time menggunakan QUEST, dan asupan zat gizi makro menggunakan recall 2x24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan status gizi siswa kelas XI SMAN 32 Jakarta Selatan (p < 0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi minuman manis, tingkat aktivitas fisik, durasi screen-time, asupan energi, asupan protein, dan asupan lemak dengan status gizi (p > 0,05). Siswa disarankan untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang, membatasi konsumsi minuman manis, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur guna mempertahankan status gizi yang optimal.
Tidak tersedia versi lain