Skripsi
Perbedaan Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Pengukuran Antropometri Balita Setelah Penyegaran di Posyandu Kusuma dan Posyandu Melati Kelurahan Tanjung Priok
Indonesia saat ini menghadapi permasalahan gizi yang kompleks, ditandai dengan masih tingginya kasus triple burden of malnutrition. Posyandu sebagai upaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam deteksi dini gangguan pertumbuhan anak melalui pemantauan antropometri oleh kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pengukuran antropometri balita setelah penyegaran di Posyandu Kusuma dan Posyandu Melati Kelurahan Tanjung Priok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Non-Equivalent Control Group. Sampel penelitian berjumlah 16 kader dengan teknik sampling total. Analisis data menggunakan uji Chi-square, Paired Sample t-test, dan Independent Sample t-test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan pada kelompok eksperimen sebelum dan setelah penyegaran (p = 0,000), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan (p = 0,363). Terdapat juga perbedaan pengetahuan antara kedua kelompok setelah penyegaran (p = 0,000). Keterampilan kader pada kelompok eksperimen meningkat, yaitu pengukuran panjang badan dari 0% menjadi 87,5%, tinggi badan dari 0% menjadi 62,5%, dan berat badan dari 0% menjadi 75,0%, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan (100% tidak terampil).
Tidak tersedia versi lain