Skripsi
Hubungan Frekuensi Konsumsi Kopi Instan, Emotional Eating, Tingkat Stres, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro Terhadap Status Gizi Mahasiswa Jurusan Gizi di Poltekkes Kemenkes Jakarta II
Masalah status gizi pada dewasa muda masih menjadi perhatian akibat meningkatnya prevalensi overweight dan obesitas. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan pola makan akibat tuntutan akademik, stres, serta kebiasaan mengonsumsi kopi untuk meningkatkan konsentrasi. Selain itu, stres memicu emotional eating yang memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi konsumsi kopi instan, emotional eating, tingkat stres dengan status gizi pada mahasiswa jurusan gizi tingkat tiga di Poltekkes Jakarta II. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan studi cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 67 orang. Pengumpulan data meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, Food recall 2 x 24 jam, Kuesioner Frekuensi Konsumsi Kopi Instan, Depression Anxiety Stress Scales-14, dan Adult Eating Behaviour Questionaire. Analisis data yang digunakan, yaitu chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan frekuensi konsumsi kopi instan dengan status gizi (p = 0,04). Tidak ada hubungan emotional eating dengan status gizi (p = 0,60). Tidak ada hubungan tingkat stres dengan status gizi (p = 0,84 ). Tidak ada hubungan antara asupan energi (p = 0,67), protein (p = 0,62), lemak (p = 0,22), karbohidrat (p = 0,25) dengan status gizi. Dapat disimpulkan bahwa frekuensi konsumsi kopi instan berhubungan dengan status gizi, namun tidak ada hubungan antara emotional eating, tingkat stres, asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi mahasiswa jurusan gizi di Poltekkes Kemenkes Jakarta II.
Tidak tersedia versi lain