Karya Tulis Ilmiah
Penetapan Kadar Kafein Dalam Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora) Secara Spektrofotometri Uv-Vis
Mutiara Ardiantri Fauziah, “Penetapan Kadar Kafein Dalam Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora) Secara Spektrofotometri UV-Vis”, dibawah bimbingan Silvester Maximus Tulandi, S.Farm., M.Si. dan Dra. Misde Yola, M.Pd., M.Farm., 2026.\r\n\r\nIndonesia merupakan salah satu negara penghasil berbagai jenis tanaman kopi, termasuk kopi robusta (Coffea Canephora). Kafein merupakan senyawa organik alkaloid golongan metilxantin yang berperan sebagai zat aktif dalam biji kopi. Senyawa ini mempunyai efek stimulan bagi tubuh yang dapat meningkatkan rasa ketenangan tetapi dapat memberikan dampak kecanduan pada penggunaan berlebih. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein pada biji kopi robusta. Serbuk simplisia biji kopi robusta diisolasi secara ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut kloroform yang kemudian diuji kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis, percobaan dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Parameter validasi metode pada pengujian ini meliputi linearitas, presisi, akurasi, LoD dan LoQ. Didapatkan hasil linearitas berdasarkan persamaan regresi y = 0,0498x + 0,0548 dengan nilai r2 = 0,9985. Presisi yang dilakukan telah memenuhi syarat dengan hasil % RSD sebesar 1,99%. Parameter akurasi didapatkan hasil rata-rata yang telah memenuhi syarat yaitu sebesar 107,39% yang dinyatakan sebagai % perolehan kembali. Selanjutnya parameter LoD dan LoQ diperoleh hasil sebesar 0,2529 ppm dan 0,8431 ppm. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Spektrofotometri UV-Vis telah memenuhi syarat parameter validasi sehingga dapat digunakan untuk menentukan kadar kafein dalam biji kopi robusta. Dimana pada pengujian ini menghasilkan rata-rata kadar kafein sebesar 1,85%.\r\n\r\nKata kunci : Ekstraksi, kafein, kopi robusta, Spektrofotometri UV-Vis.
Tidak tersedia versi lain