Skripsi
Hubungan Antara Pengetahuan Gizi, Frekuensi Konsumsi Jajanan, dan Status Gizi Terhadap Tingkat Dismenore Primer Pada Mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II
Dismenore primer merupakan nyeri yang terjadi saat menstruasi tanpa adanya gangguan pada organ genital. Faktor risiko dismenore primer berhubungan dengan pengetahuan gizi, frekuensi konsumsi jajanan, dan status gizi. Pengetahaun gizi yang memadai, seseorang dapat menentukan kebutuhan zat gizi yang tepat untuk mencegah munculnya dismenore. Sedangkan frekuensi konsumsi jajanan dan status gizi juga akan mempengaruhi hormon yang berpotensi menimbulkan nyeri saat menstruasi seperti yang terjadi pada dismenore primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi, frekuensi konsumsi jajanan, dan status gizi terhadap tingkat dismenore primer pada mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Perhitungan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus slovin, sehingga didapatkan 65 responden. Pengumpulan data tingkat dismenore primer menggunakan kuesioner tingkat dismenore primer berdasarkan NRS (Numeric Rating Scale), data karakteristik dan status gizi responden menggunakan kuesioner karakteristik dan status gizi mahasiswi, data pengetahuan gizi menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, dan data frekuensi konsumsi jajanan menggunakan FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square dan menggunakan uji Fisher’s Exact bila kolom tidak memenuhi Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara tingkat dismenore primer dengan pengetahuan gizi (p-value = 0,018), frekuensi konsumsi jajanan (p-value = 0,007), dan status gizi (p-value = 0,048). Penyediaan jajanan sehat di lingkungan kampus perlu ditingkatkan sebagai salah satu upaya mendukung pola makan yang lebih baik dan membantu menurunkan risiko dismenore primer.
Tidak tersedia versi lain