Karya Tulis Ilmiah
STUDI DESKRIPTIF KONDISI KESEHATAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI TANAH TINGGI 05 , JOHAR BARU, JAKARTA PUSAT TAHUN 2026
Kesehatan lingkungan sekolah berperan penting dalam menunjang kesehatan, kenyamanan, dan konsentrasi belajar siswa. Penelitian Sri Mulyati (2022) mengenai hubungan tingkat kebisingan lalu lintas dengan konsentrasi siswa juga menjelaskan bahwa kebisingan lalu lintas berhubungan dengan konsentrasi belajar siswa, sehingga semakin tinggi kebisingan di sekitar sekolah dapat mengganggu proses pembelajaran(1). Selain itu, Jurnal penelitian mengenai dampak medan elektromagnetik, menjelaskan bahwa paparan medan magnet Extremely Low Frequency dari SUTET 500 kV berpotensi menimbulkan risiko kesehatan pada manusia salah satunya yaitu rasa pusing dan bisa menyebabkan tumor otak(2). Berdasarkan hal tersebut, SDN Tanah Tinggi 05 Jakarta Pusat dipilih sebagai lokasi penelitian karena berada di kawasan padat penduduk serta berdekatan dengan jalan raya, rel kereta api, dan SUTET. Hasil observasi awal juga menunjukkan masih terdapat beberapa permasalahan kesehatan lingkungan, seperti toilet yang belum terpisah antara laki-laki dan perempuan, tempat cuci tangan tanpa sabun, tempat sampah rusak dan tidak tertutup, lantai kelas retak, serta jendela yang tidak dapat dibuka dan ditutup.\r\n\r\nPenelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode observasi langsung menggunakan instrumen checklist. Pengukuran dilakukan menggunakan lux meter untuk pencahayaan, sound level meter untuk kebisingan, thermohygrometer untuk suhu dan kelembapan, serta pengamatan langsung untuk pemeriksaan kepadatan jentik nyamuk. Aspek yang diteliti meliputi lokasi, konstruksi bangunan, ruang bangunan, fasilitas sanitasi, pencahayaan, kebisingan, suhu, kelembapan, sarana dan prasarana, halaman, serta kepadatan jentik nyamuk\r\n\r\nBerdasarkan hasil penelitian, kondisi kesehatan lingkungan di SDN Tanah Tinggi 05 Jakarta Pusat Tahun 2026 secara umum sebagian besar telah memenuhi syarat. Komponen yang memenuhi syarat antara lain lokasi, sebagian besar konstruksi bangunan, fasilitas sanitasi tertentu, sarana olahraga dan ibadah, halaman, serta kepadatan jentik nyamuk. Namun, masih terdapat beberapa komponen yang belum memenuhi syarat, yaitu ruang kelas, ruang UKS, toilet, pencahayaan pada beberapa ruangan, kebisingan sekolah, dan tangga. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pada aspek tersebut agar lingkungan sekolah menjadi lebih sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain