Karya Tulis Ilmiah
UJI ANGKA PALING MUNGKIN (APM) Escherichia coli PADA TAHU SEGAR
Ginar Septianingsih, “Uji Angka Paling Mungkin Escherichia coli dalam Tahu Segar”, Dibimbing oleh Junie Suriawati,S.Si,M.Si. dan Ai Emalia Sukmawati, S.Farm, M.Si. 2026.\r\n\r\nTahu merupakan sumber protein nabati yang populer di Indonesia karena harganya yang terjangkau. Namun, kandungan protein dan kadar air yang tinggi membuat tahu mudah rusak dan menjadi media pertumbuhan bakteri, termasuk Escherichia coli (E. coli). Kontaminasi bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan bagi konsumen. Tujuan pengujian untuk mengetahui jumlah cemaran mikroba E. coli dalam produk tahu segar dengan metode Angka Paling Mungkin. Pengujian dilakukan menggunakan metode Angka Paling Mungkin (APM) 3 seri tabung sesuai SNI ISO 7251:2012. Tahapan pengujian meliputi uji penduga selektif menggunakan Lauryl Sulfate Broth (LSB), uji konfirmasi menggunakan EC Broth, dan uji biokimia Indol menggunakan Peptone Water. Penelitian dilaksanakan pada 21–30 Januari 2026 di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta. Berdasarkan hasil pengujian terhadap lima sampel tahu segar, diperoleh hasil jumlah >110 APM/g. Kelima sampel tersebut tidak memenuhi syarat (TMS) berdasarkan peraturan BPOM No. 13 Tahun 2019 untuk batas maksimal cemaran E. coli.
Tidak tersedia versi lain