Gambaran Pengetahuan Penggunaan Madu sebagai Alternatif Obat Batuk pada Masyarakat RW 012 Kelurahan Jatirangga Kota Bekasi Tahun 2023
Pendahuluan: Swamedikasi merupakan kegiatan pemilihan dan penggunaan obat, baik itu obat modern, maupun obat tradisional oleh seorang individu untuk mengatasi penyakit atau gejala penyakit. Swamedikasi batuk menjadi salah satu yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Beberapa masyarakat di RW 012 Kelurahan Jatirangga Kota Bekasi menggunakan obat tradisional sebagai alternatif untuk mengatasi batuk. Obat batuk tradisional yang digunakan masyarakat seperti jeruk nipis, jahe, kencur, kunyit dan madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat RW 012 Kelurahan Jatirangga Kota Bekasi tentang penggunaan madu sebagai alternatif obat batuk.
Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel diambil secara systematic random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 86 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2023.
Hasil dan kesimpulan: Karakteristik demografi masyarakat RW 012 Kelurahan Jatirangga Kota Bekasi adalah paling banyak responden perempuan (67,4%), rentang usia paling banyak pada usia 41-60 tahun (55,8%), riwayat pendidikan responden paling banyak adalah tamat SMA/sederajat (55,8%) serta status pekerjaan terbanyak, yaitu responden dengan status bekerja (55,8%). Berdasarkan hasil survei, obat tradisional menjadi pilihan terapi swamedikasi yang paling banyak digunakan masyarakat (53,5%) dengan jamu menjadi obat tradisional yang paling sering dikonsumsi masyarakat (28%). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan madu sebagai alternatif obat batuk paling banyak dengan kategori cukup (48,8%).
Kata Kunci: Batuk, Madu, Swamedikasi, Pengetahuan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain