Karya Tulis Ilmiah
PROSEDUR PEMERIKSAAN ANKLE JOINT DENGAN PROYEKSI MORTISE DAN OBLIQUE PADA KLINIS FRAKTUR 1/3 DISTAL CRURIS DI RUMAH SAKIT HERMINA DEPOK
Ankle joint merupakan sendi sellar yang tersusun dari tibia, fibula, dan talus yang ditopang ligamen kolateral untuk menjaga stabilitas gerak fleksi dan ekstensi. Tekanan berlebih atau trauma dapat menyebabkan fraktur akibat pergerakan talus yang dipicu rotasi, abduksi, atau adduksi. Pemeriksaan radiografi ankle joint, salah satunya menggunakan proyeksi AP Mortise dan AP Oblique, penting untuk menilai struktur, kedudukan tulang, dan celah sendi guna mendukung diagnosis fraktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan proyeksi AP Mortise 15° dan AP Oblique 45° pada pemeriksaan ankle joint dengan klinis fraktur 1/3 distal cruris di Instalasi Radiologi RS Hermina Depok.\r\nPenelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan sampel 4 pasien dewasa yang ditentukan berdasarkan saturasi data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan dokter, penyebaran kuesioner kepada radiografer, dan dokumentasi rekam medis. Data dianalisis dengan membandingkan hasil radiografi kedua proyeksi terhadap diagnosis klinis.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi AP Mortise 15° memberikan visualisasi yang lebih baik dan konsisten pada tibio talar joint, talo fibular joint, serta malleolus medialis dan lateralis, sehingga unggul dalam menilai keterlibatan sendi secara menyeluruh. Proyeksi AP Oblique 45° unggul dalam menampilkan tibio fibular joint dan mampu mengungkap fraktur atau dislokasi yang tersembunyi pada proyeksi Mortise, namun kurang optimal untuk menilai sindesmosis.\r\nKesimpulannya, kedua proyeksi bersifat saling melengkapi dan disarankan digunakan bersama untuk meningkatkan ketepatan diagnostik fraktur ankle joint 1/3 distal cruris.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain