Skripsi
Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Spatan Kabupaten Tangerang Tahun 2026
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data Puskesmas Sepatan, jumlah kasus tuberkulosis paru mengalami peningkatan dari 155 kasus pada tahun 2024 menjadi 158 kasus pada tahun 2025. Kondisi Lingkungan lingkungan rumah seperti kepadatan hunian, luas ventilasi, pencahayaan, suhu, dan kelembapan diduga berperan dalam penularan tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sepatan Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case-control dengan perbandingan sampel 1:1. Jumlah sampel sebanyak 70 responden yang terdiri atas 35 kelompok kasus dan 35 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran langsung menggunakan instrumen penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara luas ventilasi rumah (p-value = 0,002) dan kelembapan rumah (p-value = 0,041) dengan kejadian tuberkulosis paru. Sementara itu, kepadatan hunian (p-value = 0,092), pencahayaan (p-value = 0,101), dan suhu rumah (p-value = 0,314) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian tuberkulosis paru. Disimpulkan bahwa luas ventilasi dan kelembapan rumah merupakan faktor kondisi lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menjaga kondisi ventilasi dan kelembapan rumah agar memenuhi persyaratan kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan tuberkulosis paru.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain