Skripsi
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEKERJA DAN SUHU RUANG DENGAN TINGKAT KELELAHAN PADA PEKERJA DI AREA PRODUKSI PT X CIJANTUNG, JAKARTA TIMUR TAHUN 2026
Kelelahan kerja merupakan kondisi menurunnya kemampuan fisik dan mental yang dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan risiko kesalahan dan kecelakaan kerja. Permasalahan penelitian didasarkan pada hasil uji pendahuluan yang menunjukkan suhu lingkungan kerja di atas standar suhu nyaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kelelahan, karakteristik pekerja, dan suhu ruang serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kelelahan kerja.\r\nPenelitian menggunakan desain cross sectional dengan survei analitik pada 54 pekerja yang dipilih melalui simple random sampling. Kelelahan diukur menggunakan kuesioner IFRC dan suhu menggunakan thermohygrometer. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square.\r\nHasil penelitian menunjukkan 36 pekerja mengalami kelelahan rendah dan 18 pekerja mengalami kelelahan sedang. Mayoritas pekerja 28 orang berusia >40 tahun, 35 orang memiliki masa kerja >10 tahun, dan 33 orang merokok. Suhu ruang berkisar 31,1°C–35,5°C. Terdapat hubungan usia (p = 0,001; OR = 8,846), masa kerja (p = 0,009; OR = 7,158), dan kebiasaan merokok (p = 0,003; OR = 8,941) dengan tingkat kelelahan kerja. Sedangkan hubungan suhu tidak dapat dianalisis karena tidak terdapat variasi paparan.\r\nDisimpulkan bahwa usia, masa kerja, dan kebiasaan merokok berhubungan dengan kelelahan kerja, sedangkan hubungan suhu belum dapat dibuktikan secara statistik. Perusahaan disarankan melakukan pemantauan kelelahan, pengendalian suhu, dan pembinaan serta pengawasan.
Tidak tersedia versi lain