Karya Tulis Ilmiah
PEMANFAATAN LIMBAH BAYAM DAN LIMBAH BUAH PEPAYA DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR AIR KELAPA DAN URINE SAPI DENGAN PENAMBAHAN MOLASE DAN TANPA MOLASE TAHUN 2026
Limbah bayam dan limbah buah pepaya yang tidak dimanfaatkan secara optimal\r\nberpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan timbulan sampah\r\norganik. Padahal, kedua limbah tersebut masih mengandung unsur hara yang dapat\r\ndimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair (POC). Oleh karena\r\nitu, penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah bayam dan limbah buah\r\npepaya menjadi pupuk organik cair menggunakan bioaktivator air kelapa dan urine\r\nsapi dengan penambahan molase dan tanpa molase sebagai upaya pengelolaan limbah\r\nyang ramah lingkungan.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan mengetahui kualitas\r\npupuk organik cair berdasarkan parameter suhu, pH, serta kandungan unsur hara\r\nmakro Nitrogen (N), Phosphor (P₂O₅), dan Kalium (K₂O). Bahan penelitian berupa\r\nlimbah bayam dan limbah buah pepaya yang difermentasi selama 14 hari\r\nmenggunakan bioaktivator air kelapa dan urine sapi dengan perlakuan penambahan\r\nmolase dan tanpa molase. Pengamatan suhu dan pH dilakukan pada hari ke-1, ke-7,\r\ndan ke-14, sedangkan analisis kandungan unsur hara makro dilakukan di laboratorium.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa suhu akhir seluruh perlakuan berada pada\r\nkisaran 30°C. Nilai pH akhir pada perlakuan dengan molase (Galon A dan Galon B)\r\nsebesar 5 sehingga memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 261\r\nTahun 2019, sedangkan perlakuan tanpa molase (Kontrol A dan Kontrol B) memiliki\r\npH 3 sehingga belum memenuhi persyaratan. Hasil uji laboratorium menunjukkan\r\ntotal kandungan hara makro (N+P₂O₅+K₂O) berturut-turut sebesar 0,20%, 0,25%,\r\n0,09%, dan 0,10%, yang seluruhnya masih berada di bawah persyaratan mutu 2–6%.\r\nDengan demikian, penambahan molase menghasilkan kualitas pH yang lebih baik\r\ndibandingkan tanpa molase, namun seluruh perlakuan belum memenuhi standar\r\nkandungan hara makro.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain