Karya Tulis Ilmiah
Gambaran kadar Amoniak di instalasi pengolahan air limbah rumah sakit umum Daerah tarakan jakarta pusat tahun 2026
Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Jakarta Pusat merupakan rumah sakit tipe A dengan kapasitas minimal 250 tempat tidur. Berbagai kegiatan pelayanan berpotensi menghasilkan air limbah yang berasal dari rawat inap, rawat jalan, IGD, kamar operasi, laundry, gizi, farmasi, dan kantin. Air limbah dari sumber tersebut dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju IPAL 2 untuk dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. IPAL 2 memiliki kapasitas 235 m³/hari dengan metode biofilter anaerob-aerob. Proses pengolahan terdiri dari bak ekualisasi, empat bak aerasi, bak sedimentasi, filtrasi, desinfeksi, dan bak efluen. Pada proses aerasi, oksigen digunakan untuk mendukung aktivitas mikroorganisme dan proses nitrifikasi yang berperan dalam menguraikan amoniak. Penelitian ini berfokus pada kondisi pengolahan IPAL 2 dan kadar amoniak pada efluen. Pengamatan dilakukan terhadap jalur dan unit pengolahan. sedangkan pemeriksaan kadar amoniak dilakukan pada titik outlet IPAL 2.\r\n\r\nTujuan penelitian adalah mengetahui kadar amoniak pada efluen IPAL 2, mengetahui aspek teknis meliputi debit, sarana, dan waktu tinggal (HRT), serta mengetahui aspek administrasi meliputi peraturan, pengawasan, dan SOP. Penelitian bersifat deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara terhadap 4 petugas sanitarian/K3KL, pemeriksaan laboratorium, dan data sekunder.\r\n\r\nHasil uji laboratorium efluen bulan Juni 2026 di kadar amoniak 70,04 mg/L, melebihi baku mutu 10 mg/L. Rata-rata debit 147,16 m³/hari dengan fluktuasi 73-216 m³/hari dan HRT 23,29 jam. Sebanyak 87,5% sarana memenuhi syarat, namun terdapat gangguan pompa dan belum tersedia flow meter inlet. Aspek administrasi telah memiliki regulasi, SOP, pengawasan harian, dan backwash filter dua kali seminggu.\r\n\r\nsaran yaitu menambahkan flow meter pada saluran inlet, melakukan evaluasi terhadap bak aerasi untuk meningkatkan efektivitas penurunan kadar amoniak, memperbaiki pompa yang sering mati agar tidak menghambat pengolahan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain