Karya Tulis Ilmiah
STUDI DESKRIPTIF KEPADATAN TIKUS DI WILAYAH TERDAMPAK LEPTOSPIROSIS RW 07 MENTENG ATAS, KECAMATAN SETIABUDI, JAKARTA SELATAN TAHUN 2026
Tikus (rodent) merupakan inang utama bakteri Leptospira penyebab leptospirosis pada manusia. Lingkungan permukiman dengan sanitasi buruk berpotensi besar menjadi tempat perkembangbiakan tikus. Dengan memanfaatkan sisa makanan, saluran air, dan sudut rumah untuk bertahan hidup, tikus dapat menyebarkan bakteri Leptospira melalui urinenya dan menjadi sumber penularan penyakit bagi masyarakat.\r\n\r\nManfaat dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kepadatan tikus di RW 07 Kelurahan Menteng Atas sehingga dapat dilakukan perbaikan dan evaluasi dalam mengendalikan penyakit leptospirosis. Karya Tulis Ilmiah ini siap bersifat deskriptif yaitu tentang “Studi Deskriptif Kepadatan Tikus Di Wilayah Terdampak Leptospirosis Rw 07 Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan Tahun 2026”\r\n\r\nHasil penelitian menunjukkan angka kepadatan tikus di area permukiman dengan success trap mencapai 50% (atau >1%), dengan perangkap positif mendapat tikus yaitu 10 perangkap dari total 20 perangkap yang dipasang di 20 titik lokasi yang berbeda. Hal tersebut tidak memenuhi syarat berdasar acuan dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan, yang menyatakan bahwa persyaratan kesehatan untuk indeks kepadatan tikus dikatakan memenuhi syarat apabila persentase success trap yaitu
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain