Karya Tulis Ilmiah
STUDI DESKRIPTIF KESEHATAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI PONDOK KACANG TIMUR 02 KOTA TANGERANG SELATAN BANTEN TAHUN 2026
Sekolah merupakan salah satu Tempat-Tempat Umum (TTU) yang berisiko terhadap pencemaran apabila higiene dan sanitasi tidak diterapkan dengan baik, sehingga dapat berdampak pada kesehatan warga sekolah. Oleh karena itu, pengawasan perlu dilakukan secara rutin melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Penelitian berjudul “Studi Deskriptif Kesehatan Lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Pondok Kacang Timur 02 Kota Tangerang Selatan Banten Tahun 2026” bertujuan menggambarkan kondisi kesehatan lingkungan sekolah berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.\r\nPenelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Data dikumpulkan melalui IKL yang mencakup empat aspek, yaitu media air, media udara, sarana dan bangunan, serta vektor dan binatang pembawa penyakit. Populasi penelitian ini adalah seluruh SD Negeri di Kota Tangerang Selatan tahun 2026 yang berjumlah 157 sekolah (1), dengan sampel penelitian adalah SDN Pondok Kacang Timur 02 yang dipilih secara purposive sampling.\r\nHasil penelitian menunjukkan kondisi kesehatan lingkungan sekolah secara keseluruhan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan capaian 63%. Media air dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dengan capaian 100%. Media udara dinyatakan TMS dengan capaian 40% karena seluruh parameter fisik yang diukur, yaitu pencahayaan, kelembapan, dan kebisingan, tidak memenuhi persyaratan. Sarana dan bangunan dinyatakan TMS dengan capaian 57%, terutama akibat rasio jamban yang belum mencukupi, ketiadaan sabun pada sarana cuci tangan, kelembapan tinggi yang menyebabkan jamur pada dinding, serta saluran limbah dan talang atap yang belum tertutup sempurna. Vektor dan binatang pembawa penyakit dinyatakan MS dengan capaian 100%, ditunjukkan oleh Angka Bebas Jentik serta kepadatan lalat dan kecoa yang berada dalam ambang aman.\r\nDisimpulkan bahwa kondisi kesehatan lingkungan SDN Pondok Kacang Timur 02 secara keseluruhan masih TMS dengan capaian 63%. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh aspek media udara serta sarana dan bangunan, sedangkan media air serta vektor dan binatang pembawa penyakit telah memenuhi persyaratan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan pemantauan secara berkelanjutan, terutama pada pencahayaan, kelembapan, kebisingan, fasilitas sanitasi, serta kondisi sarana dan bangunan sekolah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain