Skripsi
Hubungan Kualitas Fisik Udara dalam Ruang dan Perilaku Individu terhadap Penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) di RW 04 Kelurahan Kebagusan Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2026
Pada tingkat global, ISPA merenggut 2,5 juta jiwa pada 2023, melonjak di Indonesia hingga 14.506.235 kasus pada 2025. Kenaikan kasus selama tiga tahun berturut-turut di DKI Jakarta mencapai puncaknya pada 2025, mulai dari Jakarta Selatan 453.725 kasus, Kecamatan Pasar Minggu 28.403 kasus, Kelurahan Kebagusan 12.109 kasus, hingga RW 04 2.377 kasus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas fisik udara meliputi suhu, kelembapan, PM2,5 , PM10 dalam ruang dan perilaku individu, perilaku membuka ventilasi dan kebiasaan merokok pada penderita ISPA di wilayah RW 04 Kelurahan Kebagusan Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2026. \r\n\r\nJenis penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan pendekatan case control, melibatkan populasi 121 penderita ISPA pada bulan Maret. Berdasarkan perhitungan rumus Slovin dengan perbandingan 1:1, sampel yang digunakan berjumlah 104 orang, terdiri atas 52 kasus dan 52 kontrol. Ruang lingkup penelitian mencakup pengukuran kualitas fisik udara dalam ruang meliputi suhu, kelembapan, PM2,5 , PM10 serta perilaku membuka ventilasi dan merokok.\r\n\r\nHasil penelitian menunjukkan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan \r\nkejadian ISPA, yaitu kadar PM2,5 (p-value = 1,000), kadar PM10 (p-value = 0,244), \r\ndan kelembapan (p-value = 0,839). Sebaliknya, hubungan yang signifikan dengan \r\nkejadian ISPA, yaitu perilaku merokok (p-value = 0,016) dan perilaku membuka \r\nventilasi pagi hari (p-value = 0,003). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kadar PM2,5, PM10 suhu, kelembapan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA, sedangkan perilaku individu berhubungan signifikan yaitu kebiasaan merokok dan kebiasaan membuka ventilasi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain