Skripsi
Hubungan Intensitas Kebisingan, Karakteristik Individu, Penggunaan Alat Pelindung Telinga, dan Kebiasaan Penggunaan Earphone dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Area Produksi PT Tosama Abadi Plant Nagrak Bogor Tahun 2026
Lingkungan kerja dengan intensitas kebisingan tinggi berisiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Berdasarkan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kelompok 6 tahun 2025, PT Tosama Abadi Plant Nagrak Bogor memiliki tingkat kebisingan melebihi NAB 85 dBA. Selain kebisingan, karakteristik individu, penggunaan alat pelindung telinga (APT), dan kebiasaan penggunaan earphone diduga berkaitan dengan gangguan pendengaran. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan dan referensi bagi penelitian selanjutnya.\r\nJenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional dengan judul “Hubungan Intensitas Kebisingan, Karakteristik Individu, Penggunaan Alat Pelindung Telinga, dan Kebiasaan Penggunaan Earphone dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Area Produksi PT Tosama Abadi Plant Nagrak Bogor Tahun 2026”. Penelitian mencakup 47 pekerja area produksi yang dipilih menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis menggunakan uji Chi-Square (α=5%), kecuali masa kerja karena terdapat sel bernilai nol.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa 33 pekerja (70,2%) memiliki pendengaran normal dan 14 pekerja (29,8%) mengalami gangguan pendengaran ringan. Sebanyak 5 dari 9 area produksi (55,5%) memiliki intensitas kebisingan melebihi NAB. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan (p = 0,004) dan penggunaan APT (p = 0,033) dengan gangguan pendengaran. Sementara itu, usia (p = 0,293) dan kebiasaan penggunaan earphone (p = 0,371) tidak berhubungan secara signifikan dengan gangguan pendengaran. Secara deskriptif, 38,9% pekerja dengan masa kerja >10 tahun mengalami gangguan pendengaran. Disimpulkan bahwa intensitas kebisingan dan penggunaan APT berhubungan dengan gangguan pendengaran. Sebaliknya, usia dan kebiasaan penggunaan earphone tidak berhubungan, sedangkan hubungan masa kerja tidak dapat ditentukan secara statistik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain