Karya Tulis Ilmiah
RANCANG BANGUN SARUNG TANGAN SEBAGAI ALAT BANTU DETEKSI OBJEK BAGI PENYANDANG TUNANETRA DI LENGKAPI SISTEM PELACAKAN LOKASI
Penyandang tunanetra mengalami berbagai kendala dalam melakukan mobilitas secara mandiri, terutama dalam mengenali dan menghindari rintangan di lingkungan sekitar. Alat bantu yang umum digunakan berupa tongkat manual masih memiliki keterbatasan, khususnya dalam mendeteksi objek yang berada pada ketinggian dada atau kepala. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat bantu mobilitas berbentuk sarung tangan berbasis sensor ultrasonik yang dapat membantu penyandang tunanetra mendeteksi rintangan secara lebih efektif. Metode penelitian yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), integrasi sensor ultrasonik dengan mikrokontroler, serta sistem peringatan menggunakan buzzer sebagai indikator keberadaan rintangan. Sensor ultrasonik digunakan untuk mengukur jarak objek di depan pengguna dengan batas deteksi maksimal 20 cm. Ketika objek terdeteksi pada jarak aman yang telah ditentukan, sistem akan memberikan peringatan suara secara real time kepada pengguna. Pengujian alat dilakukan pada satu orang penyandang tunanetra sebagai sampel utama dengan lima kali percobaan penggunaan untuk mengetahui konsistensi kinerja alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor ultrasonik mampu mendeteksi keberadaan rintangan pada jarak yang telah ditentukan dan sistem buzzer dapat memberikan peringatan dengan baik ketika pengguna mendekati halangan. Berdasarkan hasil pengujian, alat bantu mobilitas berbentuk sarung tangan ini dapat berfungsi sesuai dengan tujuan perancangan. Mampu mendeteksi jarak dari mulai 30 cm maksimal dengan tambahan sistem GPS yang mampu mentracking jarak keberadaan pengguna dengan batas alaram 350 m. Hasil pengujan menunjukan bahwa alat bantu mobilitas penyandang tunanetra memiliki keakurasian tertinggi terdapat pada jarak 35 cm 99,26%, sedangkan yang terendah pada 20 cm 87,60%. Secara keseluruhan, sistem memiliki rata-rata akurasi 94,75%.serta berpotensi meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kemandirian penyandang tunanetra saat melakukan aktivitas berjalan di dalam ruangan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain