Skripsi
RANCANG BANGUN DIGITAL ULTRASONIC CLEANER BERBASIS ARDUINO DENGAN SISTEM SIRKULASI AIR OTOMATIS
Infeksi nosokomial atau Healthcare Associated Infections (HAIs) masih menjadi salah satu permasalahan di fasilitas pelayanan kesehatan karena dapat meningkatkan angka morbiditas, memperpanjang masa perawatan pasien, serta meningkatkan biaya pelayanan kesehatan. Salah satu faktor penyebabnya adalah proses pembersihan instrumen medis yang kurang optimal sebelum sterilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan alat ultrasonic cleaner yang dilengkapi sistem pembuangan air otomatis dan water float sensor berbasis Arduino guna meningkatkan efektivitas proses dekontaminasi instrumen medis. Alat menggunakan transduser ultrasonik berfrekuensi 40 kHz yang menghasilkan fenomena cavitation untuk mengangkat kotoran, sisa darah, dan mikroorganisme pada permukaan instrumen, termasuk pada bagian yang sulit dijangkau. Sistem juga dilengkapi heater dengan suhu hingga 80°C untuk membantu meningkatkan efektivitas pembersihan. Arduino berfungsi sebagai pengendali utama yang mengatur proses pengisian air, pendeteksian level air, pembersihan ultrasonik, dan pembuangan air otomatis. Water float sensor digunakan untuk memastikan volume air berada pada batas yang aman sehingga proses pembersihan dapat berjalan optimal dan melindungi transduser dari kerusakan akibat kekurangan air, sedangkan solenoid valve berfungsi untuk membuang air secara otomatis sehingga mengurangi kontak langsung tenaga kesehatan dengan cairan bekas pembersihan yang berpotensi terkontaminasi. Berdasarkan perancangan yang dilakukan, alat ultrasonic cleaner dengan sistem otomatis ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembersihan instrumen medis, mempermudah proses dekontaminasi, meningkatkan keselamatan tenaga kesehatan, serta membantu menurunkan risiko terjadinya infeksi nosokomial di fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil pengujian, sensor suhu LM35 mampu mengukur suhu pada rentang 40–60°C dengan selisih pengukuran terhadap termometer pembanding berkisar antara 0,38°C hingga 3,94°C. Nilai error terkecil diperoleh pada setpoint 55°C sebesar 0,38°C, sedangkan error terbesar terjadi pada setpoint 40°C sebesar 3,94°C. Pengujian timer pada pengaturan 5, 10, 15, dan 20 menit menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja sesuai waktu yang telah ditentukan dengan penyimpangan waktu yang relatif kecil, yaitu sekitar ±0,1 hingga ±3 detik dibandingkan waktu acuan.\r\nKata Kunci: Ultrasonic cleaner, Arduino, water float sensor, cavitation, instrumen medis, pembuangan air otomatis.
Tidak tersedia versi lain