Skripsi
UJI KUALITAS PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH KULIT BUAH NANAS MADU (ANANAS COMOSUS (L.) MERR.), BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.), DAN KULIT JERUK MANIS MEDAN (CITRUS SINENSIS (L.) OSBECK) SEBAGAI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK TAHUN 2026
Timbunan sampah rumah tangga di Indonesia, khususnya limbah organik seperti \r\nkulit nanas madu, pepaya, dan jeruk manis Medan, berpotensi mencemari \r\nlingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu upaya pemanfaatannya \r\nadalah mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik cair (POC) melalui \r\nfermentasi anaerob. \r\nPenelitian ini bertujuan menganalisis kualitas POC dari kombinasi ketiga bahan \r\nbaku berdasarkan parameter C-organik, nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), pH, \r\ndan suhu, serta membandingkannya dengan baku mutu Keputusan Menteri \r\nPertanian Republik Indonesia Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Penelitian \r\ndilakukan secara eksperimen di Workshop Jurusan Kesehatan Lingkungan \r\nPoltekkes Kemenkes Jakarta II pada Januari-Juni 2026, dengan sampel masing\r\nmasing 3 kg kulit nanas madu, pepaya, dan kulit jeruk manis Medan yang \r\ndifermentasi secara anaerob tertutup selama 1, 2, dan 3 bulan menggunakan starter \r\nmolase. \r\nHasil penelitian menunjukkan kandungan N, P, dan K masing-masing 0,04-0,06%, \r\n0,0105-0,0116%, dan 0,29-0,40%, sehingga belum memenuhi standar minimal 2\r\n6%. Namun, pH 7,3-7,6 dan suhu 26,6-28,6°C sudah sesuai baku mutu. Secara \r\numum, kombinasi bahan baku tanpa penambahan bioaktivator seperti EM4 belum \r\nmampu menghasilkan POC yang memenuhi standar, sehingga perlu optimasi \r\nkomposisi bahan dan rasio bioaktivator pada penelitian selanjutnya
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain