Skripsi
UJI EFEKTIVITAS AKTIVATOR KOTORAN HEWAN (AYAM DAN KAMBING) DAN MOL BONGGOL PISANG TERHADAP KUALITAS KOMPOS SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SEKAM PADI DI DESA TUBANAN, KECAMATAN KEMBANG, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH TAHUN 2026
Pengelolaan sampah organik rumah tangga dan sekam padi di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, masih belum optimal. Masyarakat cenderung membuang sampah secara sembarangan (open dumping), membakar sampah tanpa pengendalian, serta membiarkan kotoran ternak ayam dan kambing menumpuk tanpa pengolahan, sehingga berisiko mencemari udara, tanah, dan sumber air serta memicu gangguan kesehatan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menambah wawasan penulis, memperkaya referensi institusi pendidikan, serta menjadi sarana edukasi masyarakat dalam memanfaatkan sampah rumah tangga, kotoran hewan, dan sekam padi menjadi kompos yang sederhana dan ekonomis. Penelitian ini berjudul \"Uji Efektivitas Aktivator Kotoran Hewan (Ayam dan Kambing) dan MOL Bonggol Pisang terhadap Kualitas Kompos Sampah Rumah Tangga dan Sekam Padi di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah Tahun 2026\".\r\n\r\nJenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan post-test only nonequivalent control group. Ruang lingkup penelitian meliputi pengomposan aerobik selama 21 hari terhadap 7,5 kg sampah organik dan 7,5 kg sekam padi dalam tiga perlakuan: kotoran ayam-kambing (250 gram masing-masing), MOL bonggol pisang (5 ml dalam 200 ml air), dan kontrol tanpa aktivator, dengan parameter fisik, fisikokimia, C-organik, N, P, dan K sesuai SNI 7763:2024.\r\n\r\nHasil menunjukkan kompos kotoran ayam-kambing mengandung C-organik 27,04%, N 2,34%, P 2,31%, K 2,43% (total 7,08%); MOL bonggol pisang C-organik 23,01%, N 2,23%, P 2,18%, K 2,41% (total 6,82%); kontrol C-organik 33,19%, N 1,37%, P 0,71%, K 1,20% (total 3,28%). Ketiga perlakuan memenuhi standar SNI 7763:2024, namun aktivator kotoran ayam dan kambing menunjukkan efektivitas paling unggul dengan kandungan hara N, P, dan K tertinggi dibandingkan MOL bonggol pisang maupun kontrol. Dapat disimpulkan bahwa seluruh perlakuan efektif digunakan dalam pembuatan kompos sampah rumah tangga dan sekam padi, dengan aktivator kotoran hewan sebagai yang paling optimal.
Tidak tersedia versi lain