Karya Tulis Ilmiah
PERBEDAAN PEMURNIAN LIMBAH MINYAK JELANTAH DARI RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN ARANG DAN TANPA ARANG SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP KARAKTERISTIK LILIN
Limbah minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang secara sembarangan. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah mengolah minyak jelantah menjadi lilin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik lilin dari minyak jelantah yang dimurnikan menggunakan arang dan tanpa arang sebagai adsorben.\r\nPenelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 32 pengamatan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok minyak jelantah yang dimurnikan menggunakan arang dan kelompok tanpa pemurnian. Karakteristik lilin yang diamati meliputi kondisi fisik, titik leleh, dan lama waktu nyala. Kondisi fisik diamati secara visual dengan menilai keutuhan dan keberadaan retakan pada lilin, titik leleh diukur menggunakan termometer dengan mengamati suhu saat lilin mulai meleleh, sedangkan lama waktu nyala diukur menggunakan stopwatch sejak lilin dinyalakan hingga api padam. Analisis data menggunakan Fisher-Freeman-Halton Exact Test dan Independent Samples t-test.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kondisi fisik lilin (p < 0,001), titik leleh (p < 0,001), dan lama waktu nyala (p < 0,001). Lilin yang dibuat dari minyak jelantah hasil pemurnian menggunakan arang memiliki kondisi fisik yang lebih baik, rata-rata titik leleh lebih tinggi (52,38°C), dan rata-rata lama waktu nyala lebih lama (112,25 menit) dibandingkan lilin tanpa pemurnian. \r\nKesimpulan dari penelitian ini, pemurnian menggunakan arang dapat meningkatkan karakteristik lilin yang dihasilkan. Saran dari penelitian ini agar peneliti selanjutnya mengembangkan variasi arang dan menambahkan parameter pengujian untuk memperoleh kualitas lilin yang lebih optimal.
Tidak tersedia versi lain