Karya Tulis Ilmiah
Studi Deskriptif Kepadatan Lalat di Pasar Kampung Ambon Kota Jakarta Timur Tahun 2026
Kesehatan lingkungan pasar menjadi perhatian penting karena sanitasi yang buruk, seperti pengelolaan sampah yang belum optimal dan TPS yang berpotensi menjadi sarang lalat, dapat memicu penularan penyakit seperti diare, disentri, dan tifoid. Studi pendahuluan di Pasar Kampung Ambon, Jakarta Timur, menunjukkan kepadatan lalat rata-rata pada kategori tinggi, sehingga menimbulkan permasalahan mengenai pengaruh kualitas pengelolaan sampah terhadap kepadatan lalat tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kepadatan lalat, kondisi lingkungan fisik (suhu, kelembaban, kecepatan angin), serta kondisi TPS di pasar tersebut pada Tahun 2026.\r\n\r\nPenelitian ini bersifat deskriptif yang berjudul “Studi Deskriptif Tingkat Kepadatan Lalat Di Pasar Kampung Ambon Kota Jakarta Timur Tahun 2026“. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai Tingkat Kepadatan Lalat di Pasar Kampung Ambon Kota Jakarta Timur Tahun 2026. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 399 Tempat Usaha Aktif dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini 47 Titik pengukuran.\r\n\r\nHasil penelitian ini Tingkat kepadatan lalat di Pasar Kampung Ambon secara keseluruhan tergolong tinggi (indeks 11,93), dengan TPS sebagai titik tertinggi (60,2, sangat tinggi) akibat kondisinya yang tidak memenuhi syarat kesehatan (hanya 25% komponen terpenuhi), diikuti Los Ikan dan Los Daging yang juga tinggi karena banyaknya sampah organik, sedangkan Kios dan Counter paling rendah karena lebih bersih dan kering. Kondisi suhu dan kelembapan di pasar berada pada rentang optimal bagi perkembangbiakan lalat, meski sirkulasi udara umumnya kurang mendukung, sehingga secara keseluruhan lingkungan pasar sangat mendukung keberadaan dan perkembangbiakan lalat.\r\n\r\nKepustakaan : 25 (2003-2025)\r\nKlasifikasi : Peraturan 8\r\n Jurnal Penelitian 13\r\n Buku 4
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain