Skripsi
HUBUNGAN KONSENTRASI PM2,5, PM10, DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KELUHAN SUBJEKTIF GEJALA ISPA PADA PEKERJA DI PLANT PRODUKSI PT BAKRIE PIPE INDUSTRIES, BEKASI TAHUN 2026
Paparan partikulat 2,5 dan 10 di lingkungan kerja industri merupakan salah satu faktor \r\nyang dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan pekerja. PM2,5 dan PM10 \r\ndapat terhirup ke dalam sistem pernapasan dan berpotensi menimbulkan gangguan \r\nkesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain faktor lingkungan, \r\nkejadian ISPA juga dapat dipengaruhi oleh faktor individu seperti usia, masa kerja, \r\nlama paparan, status merokok, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) masker. \r\nPenelitian kuantitatif dengan studi survei analitik model cross-sectional dilakukan \r\ndengan judul “Hubungan Konsentrasi PM2,5, PM10, dan Karakteristik Individu \r\nterhadap Keluhan Subjektif Gejala ISPA pada pekerja di Plant Produksi PT Bakrie \r\nPipe Industries, Bekasi Tahun 2026.” Tujuan penelitian ini untuk menganalisis \r\nhubungan antara konsentrasi PM2,5, PM10, dan karakteristik individu (usia, masa \r\nkerja, lama paparan, status merokok, penggunaan APD) terhadap keluhan subjektif \r\ngejala ISPA pada pekerja. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara \r\nmenggunakan kuesioner dan pengukuran konsentrasi debu. Selanjutnya, data yang \r\ndidapat dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 35,5% pekerja mengalami keluhan \r\nsubjektif gejala ISPA, sedangkan 64,5% sisanya tidak. Meskipun hasil pengukuran \r\nmenemukan beberapa titik dengan konsentrasi PM2,5 dan PM10 yang tinggi, uji \r\nstatistik membuktikan bahwa kedua konsentrasi partikulat tersebut dengan faktor usia, \r\nlama paparan, dan masa kerja tidak memiliki hubungan signifikan dengan gejala ISPA. \r\nSebaliknya, status merokok dan penggunaan APD menunjukkan hubungan yang \r\nsignifikan secara statistik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain