Skripsi
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI RW 08 WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN PALMERAH JAKARTA BARAT TAHUN 2026
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada balita. Kondisi lingkungan fisik rumah seperti kepadatan hunian, ventilasi, pencahayaan alami, kelembaban, suhu kamar, serta perilaku merokok keluarga di dalam rumah diduga berperan terhadap kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di RW 08 Kelurahan Palmerah Jakarta Barat Tahun 2026.\r\nPenelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 75 balita yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepadatan hunian rumah (p=0,041), ventilasi kamar (p=0,035), kelembaban kamar (p=0,027), dan perilaku merokok keluarga di dalam rumah (p=0,027) dengan kejadian ISPA pada balita. Sebaliknya, pencahayaan alami kamar (p=0,336) dan suhu kamar berdasarkan Fisher\'s Exact Test(p=0,514) tidak berhubungan dengan kejadian ISPA. Disimpulkan bahwa kondisi lingkungan fisik rumah dan perilaku merokok keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, sehingga diperlukan upaya perbaikan kualitas lingkungan rumah serta penerapan rumah bebas asap rokok sebagai langkah pencegahan ISPA.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain