Skripsi
Perancangan Infant warmer Terintegrasi APGAR Scoring, Monitoring SpO2 dan BPM, Serta Pengukuran Berat Badan Berbasis Arduino Mega
Bayi baru lahir memiliki sistem termoregulasi yang belum sempurna sehingga rentan mengalami hipotermia yang dapat menyebabkan gangguan fisiologis. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang mampu menjaga suhu tubuh bayi sekaligus memantau kondisi fisiologis secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji kinerja prototipe Therneo (Thermal, Heart, Oxygen, and Weight Monitoring for Neonates) berupa infant warmer yang terintegrasi dengan APGAR scoring, monitoring saturasi oksigen (SpO₂), denyut jantung (BPM), serta pengukuran berat badan berbasis Arduino Mega 2560. Sistem menggunakan ceramic infrared heater 500 W, dua sensor DS18B20, sensor reusable SpO₂ dan BPM berbasis photoplethysmography (PPG), empat load cell dengan modul HX711, serta layar sentuh Nextion 7 inci. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap Incu Analyzer II, Fluke Spot Light SpO₂ Functional Tester, stopwatch, dan anak timbangan standar. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata akurasi pengukuran suhu sebesar 99,41%, SpO₂ 97,94%, BPM 93,56%, dan berat badan 99,62%. Selain itu, fungsi timer APGAR memiliki tingkat akurasi 99,00%–99,60%, sedangkan fungsi alarm over temperature, SpO₂ rendah, BPM abnormal, dan indikator APGAR berhasil bekerja sesuai kondisi yang diprogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe Therneo mampu mengintegrasikan sistem penghangatan, pemantauan suhu, SpO₂, BPM, pengukuran berat badan, serta APGAR scoring dalam satu perangkat dengan tingkat akurasi yang baik sehingga berpotensi mendukung pemantauan kondisi bayi baru lahir secara terintegrasi
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain