Skripsi
Rancang Bangun Alat Prediksi Epilepsi Berbasis Sensor Inersia Dengan Notifikasi Internet Of Things
Epilepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan kejang mendadak dan tidak terduga, \r\nsehingga penderitanya berisiko mengalami cedera bahkan Sudden Unexpected Death in Epilepsy\r\n(SUDEP) apabila tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun alat \r\ndeteksi dini serangan epilepsi berbasis sensor inersia dengan sistem notifikasi Internet of Things \r\n(IoT). Alat menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor MPU6050 untuk \r\nmendeteksi gerakan tubuh, sensor MAX30102 untuk mengukur detak jantung (BPM) dan saturasi \r\noksigen (SpO₂), sensor MLX90614 untuk mengukur suhu tubuh, serta modul GPS Neo-6M untuk \r\nmenentukan lokasi pasien. Deteksi kejang dilakukan dengan metode threshold dan scoring, yaitu \r\nmenghitung nilai magnitude percepatan tiga sumbu yang dikombinasikan dengan parameter denyut \r\njantung dan suhu tubuh, kemudian dibandingkan dengan skor ambang batas untuk menentukan \r\nindikasi kejang. Apabila skor total memenuhi kriteria, sistem mengirimkan notifikasi peringatan \r\nbeserta lokasi pasien melalui Telegram Bot secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan sensor \r\nMAX30102 dan MLX90614 memiliki tingkat akurasi rata-rata di atas 90%, sensor MPU6050 \r\nmampu membedakan gerakan normal dan simulasi kejang dengan baik, serta sistem notifikasi \r\nberhasil mengirimkan peringatan secara real-time selama perangkat terhubung jaringan internet. \r\nDengan demikian, alat ini berpotensi menjadi sistem peringatan dini yang membantu pengawasan \r\npenderita epilepsi, meskipun belum dapat digunakan sebagai alat diagnosis medis
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain